Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Apakah Anak-Anak Alami Long Covid?

Kamis 05 Aug 2021 04:14 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Gita Amanda

Kejadian long Covid pada penyintas Covid-19 anak terbilang langka. (ilustrasi)

Kejadian long Covid pada penyintas Covid-19 anak terbilang langka. (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com.
Kejadian long Covid pada penyintas Covid-19 anak terbilang langka.

REPUBLIKA.CO.ID, Survei FAIR Health mengungkapkan bahwa sekitar 25 persen penyintas Covid-19 mengalami gejala berkepanjangan atau long Covid. Akan tetapi, kejadian long Covid pada penyintas Covid-19 anak terbilang langka.

Temuan ini telah disampaikan melalui studi dalam the Lancet Child and Adolescent Health Journal. Studi ini dilakukan untuk memahami bagaimana Covid-19 mempengaruhi anak dan seperti apa perbedaannya dengan penyakit pernapasan lain.

Studi ini melibatkan data dari 1.734 anak berusia 5-17 tahun yang terkena Covid-19 pada periode September 2020 hingga Februari 2021 di Inggris. Pada periode tersebut, diperkirakan ada lebih dari 400 ribu anak dan generasi muda yang positif Covid-19.

Hasil studi menunjukkan bahwa hanya kurang dari 4 persen anak yang mengalami gejala Covid-19 selama empat pekan atau lebih. Selain itu, anak yang mengalami gejala Covid-19 lebih dari delapan pekan hanya di bawah 2 persen.

Rata-rata, anak yang berusia lebih tua mengalami durasi sakit yang sedikit lebih panjang dibandingkan anak usia sekolah dasar. Sebagai perbandingan, anak berusia 12-17 tahun membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk sembuh, sedangkan anak yang lebih muda membutuhkan waktu pemulihan sekitar lima hari.

Gejala Covid-19 paling umum yang dialami oleh anak adalah sakit kepala dan lelah. Sebagian lainnya kerap mengalami nyeri tenggorokan dan kehilangan indra penciuman.

Berdasarkan studi ini, peneliti mengungkapkan bahwa anak mungkin saja mengalami long Covid. Akan tetapi, kemungkinan anak untuk mengalami long Covid sangat kecil.

"dan sebagian besar dari anak-anak ini membaik seiring waktu," jelas profesor di bidang endokrinologi klinis dari King's College London Emma Duncan, seperti dilansir BBC.

Peneliti dan konsultan neurodisabitilas anak dari Evelina London Children's Hospital Dr Michael Absoud mengatakan penting bagi orang-orang untuk mendengarkan keluhan seputar gejala yang dialami anak. Orang tua atau keluarga yang khawatir mengenai gejala yang dialami oleh anak, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

"Mereka bisa memberikan informasi atau merujuk ke dokter spesialis Anak," jelas Dr Absoud.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA