Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Bisakah Orang yang Divaksinasi Lengkap Kena Long Covid?

Rabu 21 Jul 2021 16:11 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Apakah orang yang divaksinasi lengkap akan menderita efek jangka panjang dari virus corona atau long Covid? (ilustrasi).

Apakah orang yang divaksinasi lengkap akan menderita efek jangka panjang dari virus corona atau long Covid? (ilustrasi).

Foto: Republika
Vaksin Covid-19 dapat membantu orang pulih dari gejala Covid-19 berkepanjangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini sudah banyak orang yang divaksinasi lengkap namun terinfeksi Covid-19. Hal ini terjadi karena varian Delta terus menyebar. Namun, apakah orang yang divaksinasi lengkap akan menderita efek jangka panjang dari virus corona atau long Covid?

Dilansir di laman Deseret, Rabu (21/7), dr Keith W Roach , seorang internis di New York, AS, baru-baru ini menjawab pertanyaan ini untuk sebuah artikel yang telah beredar di seluruh negeri. Roach mengatakan, long Covid mungkin terjadi pada orang yang divaksinasi sepenuhnya, tapi belum ada cukup data untuk menyimpulkan gagasan tersebut.

"Tidak ada cukup data untuk menjawab pertanyaan Anda berdasarkan bukti. Saya menduga adalah mungkin untuk mendapatkan gejala pasca Covid-19 yang persisten bahkan setelah vaksinasi karena tidak ada vaksin Covid-19 yang sempurna (tidak ada, dalam pengobatan)," kata Roach dalam artikelnya.

Namun, data terbaru menunjukkan ada penurunan gejala di antara orang yang divaksinasi lengkap, yang berarti tidak mungkin orang yang divaksinasi penuh akan mengalami gejala. Bisakah vaksin Covid-19 menghentikan gejala Covid-19 yang berkepanjangan? 

Ada beberapa penelitian di luar sana yang menyatakan vaksin Covid-19 juga dapat membantu orang pulih dari gejala Covid-19 yang lama. Faktanya, survei terhadap lebih dari 800 orang sejak Mei 2021 menemukan bahwa vaksin Covid-19 dari Pfizer, Moderna, dan lainnya dapat mengurangi dampak gejala Covid-19 berkepanjangan.

Studi tersebut mengatakan 56,7 persen orang dalam penelitian ini mengalami peningkatan gejala Covid-19 yang lama. Sementara itu, sekitar 24,6 persen mengatakan gejala lama Covid-19 mereka tidak berubah dan 18,7 persen mengatakan ada penurunan gejala. Ini adalah fenomena yang diamati dengan cermat oleh dokter dan ilmuwan, tapi seperti halnya pandemi virus corona selama setahun, ada banyak ketidakpastian. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA