Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Empat Gejala Long Covid yang Patut Diwaspadai

Selasa 03 Aug 2021 14:31 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Urutan gejala <em>long</em> Covid-19 (ilustrasi).

Urutan gejala long Covid-19 (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Beberapa gejala long Covid lebih sering muncul dibandingkan gejala lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diperkirakan ada sekitar 10-30 persen penyintas Covid-19 mengalami long Covid. Long Covid merupakan sebuah kondisi di mana seseorang masih mengalami gejala Covid-19 dalam waktu yang cukup lama, meski sudah dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut.

Long Covid memiliki gejala yang sangat beragam. Akan tetapi, beberapa gejala long Covid tampak lebih sering muncul dibandingkan gejala-gejala lainnya. Individu yang mengalami gejala-gejala ini setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, mungkin sebenarnya sedang mengalami long Covid. Berikut ini adalah beberapa tanda atau gejala dari long Covid yang patut diwaspadai, seperti dilansir Eat This Not That! beberapa waktu lalu: 

1. Kelelahan hebat

Gejala kelelahan dalam kasus long Covid tidak sama dengan perasaan lelah atau mengantuk biasa. Pada kasus long Covid, seseorang bisa merasa sangat lelah hanya karena melakukan kegiatan yang sangat ringan. Perasaan lelah ini tak hilang dengan beristirahat atau tidur.

Gejala kelelahan ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan setelah terkena Covid-19. Kepala Penasihat Medis untuk Presiden AS, dr Anthony Fauci, bahkan menyamakan gejala kelelahan long Covid dengan myalgic encephalomyelitis atau chronic fatigue syndrome (ME/CFS).

Menurut CDC, ME/CFS sering kali membuat penderitanya tak mampu untuk melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan. Penderita ME/CFS cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Penderita ME/CFS tak hanya mengalami kelelahan berat, tetapi juga masalah tidur.

"Karena Covid-19 dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen darah, orang-orang yang sudah mengalami infeksi itu dapat mengalami sesak napas atau pusing setelah berkegiatan," jelas tenaga kesehatan Sean Marchese MS RN.

2. Mata merah dan berair

Salah satu gejala long Covid yang sering kali terabaikan adalah mata merah dan berair. Penderita long Covid yang mengalami gejala ini mungkin akan didiagnosis dengan rinitis alergi atau konjungtivitis. Jangan lupa untuk memberitahu riwayat pernah terkena Covid-19 saat memeriksakan diri ke dokter untuk mengobati gejala ini.

3. Sesak napas dan batuk

Dr Michele C Reed mengatakan salah satu hal pertama yang selalu dia sarankan kepada para pasien adalah "mendengarkan" tubuh mereka sendiri. Salah satunya dengan cara melihat apakah ada perubahan seperti takikardia atau jantung berdegup kencang, sesak napas, atau bahkan batuk.

4. Gejala lain

Long Covid memiliki gejala yang sangat beragam, bahkan mencapai sekitar 200 gejala. Beberapa gejala yang mungkin jarang diketahui adalah pingsan dan tinitus.

Keragaman gejala long Covid ini dinilai berkaitan dengan inflamasi pembuluh darah yang terjadi akibat Covid-19, menurut dr Bruce Patterson. Seperti diketahui, pembuluh darah tersebar di berbagai area tubuh, termasuk organ penting seperti otak, paru-paru, serta jantung.

Dr Liana Casusi mengatakan gejala Covid-19 dalam infeksi yang disebabkan varian Delta tak banyak berbeda dengan gejala Covid-19 akibat varian lain. Yang menjadi pembeda dari varian Delta adalah kemampuan menularnya yang lebih mudah.

Individu yang belum vaksinasi memiliki kecenderungan untuk mengalami gejala Covid-19 yang lebih berat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan yang lebih bertahan lama bila tak diobati dengan cepat.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA