Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Banjir di Lima Kecamatan Tangerang Selatan Mulai Surut

Ahad 01 May 2022 11:38 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir yang terjadi di Tangerang Selatan pada Sabtu (30/4/2022) sudah mulai surut.

Ilustrasi Banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir yang terjadi di Tangerang Selatan pada Sabtu (30/4/2022) sudah mulai surut.

Foto: MGIT3
Untuk sementara ini, tidak ada tempat pengungsian terpusat bagi korban banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir yang terjadi di Tangerang Selatan pada Sabtu (30/4/2022) sudah mulai surut. Sebelumnya, banjir datang merendam sejumlah warga setelah hujan lebat dan angin kencang.

Ketinggian air yang dilaporkan tadinya mencapai satu meter tetapi sekarang sudah mulai surut sampai 50 sentimeter. Ada lima kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Ciputat, Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Setu, Kecamatan Ciputat Timur, dan Pamulang.

Baca Juga

“Untuk kabar terbaru hari ini, pukul 03.50 WIB saat sahur tadi, korban yang terdampak masih ada 1.509 keluarga (KK), artinya ada sekitar 3.000 orang,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada Republika.co.id, Ahad (1/5/2022).

Abdul menjelaskan, kondisi air saat Subuh tadi masih menggenangi pemukiman warga. Namun, ketinggian air mulai surut. 

“Yang tadinya 40 sentimeter sampai satu meter sudah mulai surut. Jadi, yang tinggi masih satu meter, tetapi itu sudah berkurang. Sekarang masih ada kisaran 50 sentimeter,” ujar dia.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Tangerang Selatan berkoordinasi dengan BNPB masih melakukan evakuasi warga yang rumahnya tidak memungkinkan untuk ditinggali sementara. Sementara itu, untuk pendistribusian makanan siap saji dan perlengkapan family kit untuk keluarga serta tambahan gizi bagi korban terdampak sudah dilakukan.

Dia mengatakan untuk sementara ini tidak ada tempat pengungsian terpusat. “Di malam hari warga yang terdampak tetap kembali ke rumah. Sementara warga yang rumahnya sebagian tenggelam, mengungsi di rumah tetangga atau kerabatnya,” tambahnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA