Dana Zakat Muslim Amerika Selama 2021 Tembus Rp 26 Triliun

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

 Selasa 26 Apr 2022 05:15 WIB

Lampu-lampu hias bertema Ramadhan terpasang di sebuah rumah di Dearborn, Michigan, Amerika Serikat. Dana Zakat Muslim Amerika Selama 2021 Tembus Rp 26 Triliun Foto: AP/Carlos Osorio Lampu-lampu hias bertema Ramadhan terpasang di sebuah rumah di Dearborn, Michigan, Amerika Serikat. Dana Zakat Muslim Amerika Selama 2021 Tembus Rp 26 Triliun

Facebook dan Instagram sangat efektif dalam mendatangkan donatur baru.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Umat Muslim di Amerika Serikat (AS) memberikan total dana senilai 1,8 miliar dolar AS (setara Rp 26,1 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar) selama 2021. Angka tersebut berdasarkan laporan studi Muslim Philanthropy Initiative di Indiana University Lilly Family School of Philanthropy.

Dana tersebut merupakan hasil penghimpunan dari kewajiban berzakat setiap tahun bagi setiap Muslim. Laporan itu, seperti dilansir Arab American News, Senin (25/4/2022), menyebutkan porsi terbesar zakat yaitu 25,3 persen disalurkan ke organisasi nirlaba internasional.

Baca Juga

Pada porsi kedua, zakat tersebut disalurkan kepada pemerintah dengan persentase 21,7 persen, kemudian disusul lembaga nonprofit dalam negeri sebesar 18,3 persen. Selain zakat, umat Muslim di Amerika juga terlibat dalam bentuk amal lain yang dikenal sebagai sedekah, meski tidak termasuk dalam penelitian tersebut.

Studi lain, yang sebelumnya dirilis pada 2021 oleh universitas, menemukan selama 2020 Muslim di Amerika Serikat memberikan sekitar 4,3 miliar dolar AS (setara Rp 62 triliun) untuk amal. CEO Islamic Relief USA Sharif Aly yang merupakan salah satu sponsor studi tersebut, mengatakan organisasinya menerima sekitar 135 juta dolar AS.

Dari jumlah itu, 40 juta dolar AS diberikan oleh para donatur untuk memenuhi kewajiban zakat mereka, naik dari 35 juta dolar AS pada tahun sebelumnya. Aly mengatakan, sebagian besar peningkatan dana yang dihimpun di organisasinya berasal dari donatur baru daripada donatur lama. Dia mencatat, iklan organisasinya di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram sangat efektif dalam mendatangkan donatur baru.

Aly juga menyampaikan, sepanjang 2022 ini donasi kemungkinan meningkat, meski gambaran itu akan jauh lebih jelas dalam beberapa pekan ke depan. Muslim saat ini ada di tengah-tengah menjalankan Ramadhan, yang berakhir 1 Mei. Menurut dia, 10 hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat khusus untuk memberi.

Salah satu pendiri American Muslim Community Foundation Muhi Khwaja menyampaikan pentingnya komunitas Muslim memberikan donasi kepada masyarakat Amerika yang lebih luas, bukan hanya tujuan yang bermanfaat bagi umat Islam.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X