Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Tersangka Arisan Bodong Rp 21 Miliar Gunakan Uang untuk Beli Mobil

Jumat 11 Mar 2022 19:11 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo.

Foto: Republika/djoko suceno
Polda Jabar menyebut ada sekitar 150 orang yang menjadi korban arisan bodong.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menyatakan dua tersangka penyelenggara arisan bodong yang diduga merugikan warga mencapai Rp21 miliar menggunakan sejumlah uang tersebut untuk membeli mobil. Dua tersangka itu merupakan pasangan suami istri yang berinisial MAW (23) dan HTP (24).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, di Bandung, Jumat, menyebut mobil yang kini telah disita tersebut merupakan mobil berjenis Toyota Agya."Memang sudah ada aliran dana yang ditelusuri, salah satu barang bukti di sini ada mobil, ini merupakan pembelian dari hasil penipuan ini, mobil Agya," kata Ibrahimpula.

Baca Juga

Selain mobil, menurutny, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa catatan rekening pelaku, sejumlah ponsel, dan berkas barang bukti lainnya.Dari penipuan berkedok arisan itu. Ibrahim menyebut ada sekitar 150 orang yang menjadi korban.

Namun, kata dia, sejauh ini baru sebanyak 98 orang yang melaporkan berdasarkan dua Laporan Polisi (LP)."Sampai sekarang sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi korban, dan tiga saksi dari pihak bank, dan ahli pidana dan ahli UU ITE," katanya lagi.

Dari penyelidikan, menurutnya, 150 orang itu diduga merupakan warga dari sekitar Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Para korban itu diiming-imingi akan mendapat keuntungan jika mengikuti arisan tersebut.

Para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 28 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman lima tahun penjara.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA