Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Mason Greenwood dan Stigma Negatif Klub Sepak Bola pada Wanita

Senin 31 Jan 2022 16:30 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Reaksi Mason Greenwood dari Manchester United selama pertandingan sepak bola leg kedua perempat final UEFA Europa League, leg kedua antara Manchester United dan Granada CF di Manchester, Inggris, 15 April 2021.

Reaksi Mason Greenwood dari Manchester United selama pertandingan sepak bola leg kedua perempat final UEFA Europa League, leg kedua antara Manchester United dan Granada CF di Manchester, Inggris, 15 April 2021.

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Mason Greenwood dibekukan dari tim MU sampai permasalahan selesai.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Akun sosial media Manchester United (MU) digeruduk warganet beberapa jam setelah mereka mengunggah hari perayaan ulang tahun eks penyerang Dimitra Berbatov yang memasuki usia 41 tahun. Ucapan dan dukungan dari klub serta para pemain Iblis Merah untuk mantan bomber timnas Bulgaria itu menyeruak di kolom komentar.

Sementara itu, di sudut tempat kota Manchester seorang wanita, model cantik mengalami apa yang banyak perempuan dunia sebut sebagai 'neraka kehidupan'. Bagi Harriet Robson, ia jelas tidak membayangkan menjadi salah satu yang mendapat kekerasan secara fisik dari seorang pria, yang nahasnya salah satu pesepak bola muda berbakat milik Manchester United, Mason Greenwood.

Baca Juga

Kubu MU sudah mengetahui gambar dan tuduhan yang dilayangkan Harriet Robson terkait dugaan percobaan serta pemukulan Greenwood pada akhir pekan kemarin. MU sebelumnya berkeras untuk tidak membuat pernyataan soal dugaan tindakan kekerasan pemain 20 tahun itu. Manajemen Red Devils baru akan berkomentar ketika fakta telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Dilansir The Athletic, Senin (31/1), pemegang juara Liga Inggris 20 kali itu telah merilis pernyataan lanjutan yang mengonfirmasi, Greenwood tidak akan ambil bagian dalam latihan. Penyerang setinggi 181 cm itu juga dipertimbangkan tak ikut bertanding saat masalah masih ditangani pihak berwajib.

"Mason Greenwood tidak akan kembali berlatih atau memainkan pertandingan sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan resmi klub. "Manchester United tidak memaafkan kekerasaan dalam bentuk apa pun," sambung pernyataan tersebut.

Kasus ini memperburuk catatan Greenwood dalam beberapa tahun terakhir. Mengingat Greenwood juga dituding sebagai pemain egois, perusak ruang ganti tim, dan kerap melanggar aturan-aturan yang ditetapkan oleh klub.

MU dipahami berhati-hati dalam menanggapi proses hukum apa pun, yang menyangkut persoalan kekerasan Greenwood. Tetapi mengejutkan bahwa tidak ada seorang pun di hierarki Old Trafford yang berpikir untuk mundur selangkah dan melihat gambaran yang lebih besar.

Sementara itu kepolisian Greater Manchester juga telah mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui tuduhan tersebut dan saat ini tengah memegang gambar dan video yang beredar di media sosial. "Penyelidikan sedang berlangsung," kata pernyataan kepolisian tersebut.

Everton sempat melakukan tindakan tegas menangguhkan seorang pemain karena melakukan pelanggaran seksual terhadap anak di bawah umur. Itu merupakan keputusan yang kuat, cepat, dan mengagumkan.

Pasalnya tindakan yang dilakukan Everton dan MU di luar dari kebiasaan, lantaran klub-klub sepak bola biasanya lebih memilih melindungi aset berharganya, yakni pemain. Apalagi jika hal itu mengarah pada sosok superstar mereka.

Peristiwa di atas juga sempat dialami megabintang Cristiano Ronaldo yang dirumorkan pernah melakukan tindakan pelecehan kepada model Kathryn Mayorga. Kasus itu bahkan sampai saat ini belum juga rampung dengan sekelompok feminis yang menuliskan spanduk untuk mengusut tuntas perlakukan CR7.

Para aktivis wanita berada di luar mencoba untuk mengganggu keriuhan dan mengingatkan orang banyak tentang tuduhan yang belum terselesaikan. Mayorga mengatakan, ia diperkosa oleh Ronaldo di sebuah hotel di Las Vegas pada 2009 tetapi jaksa menutup kasus itu setahun kemudian karena kasus itu tidak dapat dibuktikan tanpa keraguan.

Di sisi lain pemilik lima gelar Ballon d'Or, Ronaldo selalu membantah keras melakukan tindakan keji terhadap wanita dan ia selalu menyebut tidak mengenal sosok Kathryn Mayorga.

Selain itu, kasus serupa juga pernah dialami Ryan Giggs setelah ditangkap karena dicurigai menyerang mantan pacarnya, Kate Greville pada November 2020. Buntut dari hal itu Giggs pun dipaksa untuk mundur sementara sebagai manajer timnas Wales.

Tuduhan atas tindakan Giggs itu pun mengharuskan pemain jebolan Class of 92 MU ini tersingkir dari Hall of Fame Liga Primer Inggris.

Lebih lanjut, The Athletic menghubungi perwakilan Greenwood untuk memberikan klarifikasi terkait situasi saat ini.

Seseorang juru bicara Nike, yang merupakan sponsor Greenwood angkat bicara soal dugaan pemerkosaan dan kekerasaan kliennya terhadap model cantik berambut pirang.

"Kami sangat prhiatin dengan tuduhan yang mengganggu dan akan terus memantau situasi dengan cermat," demikian pernyataan tersebut.

Greenwood merupakan pemain asli jebolan akademi MU dan telah mencetak 36 gol dalam 130 penampilan untuk Iblis Merah. Ia terakhir bermain dalam kemenangan 1-0 atas West Ham United pada 22 Januari.

Sebelumnya pemilik nomor punggung 11 juga pernah dihukum timnas Inggris saat memasukkan seorang model panas asal Islandia ke kamar hotel mereka menginap.

Banyaknya kasus yang dilakukan oleh Greenwood jelas bisa berpotensi menjatuhkan karier sang wonderkid untuk tumbuh menjadi pesepak bola terbaik dari Britania Raya. Kasus ini jelas menjadi pertimbangan yang besar bagi tim asal kota pelabuhan Manchester.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA