Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Beda Perlakuan Allah SWT kepada Orang Beriman dan Kafir

Selasa 23 Nov 2021 05:45 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

Allah SWT memberikan perlindungan untuk orang-orang yang beriman. Ilustrasi Warga beribadah di Masjid Kalipasir, Kota Tangerang, Banten, Senin (19/4/2021).

Allah SWT memberikan perlindungan untuk orang-orang yang beriman. Ilustrasi Warga beribadah di Masjid Kalipasir, Kota Tangerang, Banten, Senin (19/4/2021).

Foto: ANTARA/Fauzan
Allah SWT memberikan perlindungan untuk orang-orang yang beriman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di antara bentuk perlindungan yang Allah ﷻ berikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman yakni Allah Ta'ala akan menjaga dan memelihara keturunan mereka. Baik ketika masih hidup di dunia maupun setelah menghadap kepada-Nya. 

"Allahlah sebaik-baik penolong, dan Dialah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang." Begitulah yang pernah diucapkan Nabi Yaqub alaihissallam ketika dia kehilangan belahan hatinya, Yusuf alaihissallam. 

Baca Juga

Dia langsung teringat bahwa serigala akan memakan anak kesayangannya. Nabi Yaqub alaihissallam tersadar bahwa dia harus rela berpisah dengan belahan jiwanya. Namun apa yang dia katakan? Allah ﷻ lah sebaik-baik penolong, dan Dialah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang.  

Dikutip dari buku "Jangan Takut Hadapi Hidup" karya Dr Aidh Abdullah Al-Qarny, Kemudian kembali terbayang olehnya bahwa ia mungkin tidak akan pernah melihat wajah anaknya lagi. Namun apa yang dia katakan? Allah lah sebaik-baik penolong, dan Dialah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang.  

Hasan Al-Bashri berkata, "Sejak Yusuf dan Yaqub berpisah, selama delapan puluh tahun Nabi Yaqub dirundung kesedihan yang sangat mendalam dan air matanya pun selalu membasahi kedua pipinya." 

Kemudian Allah berkenan mengembalikan Yusuf kepada ayahnya, Yaqub. Setelah sekian lama mereka berpisah. Allahlah sebaikbaik penolong, dan Dialah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang.  

Begitu pula dengan kisah Nabi Musa alaihissallam dan Khidir. Keduanya mendatangi sebuah perkampungan dan meminta makanan kepada penduduk kampung tersebut. ‘ 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA