Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Tuchel tak Anggap Spesial Dua Kemenangan Chelsea Atas City

Senin 10 May 2021 17:44 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel.

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel.

Foto: AP/Lee Smith/Pool Reuters
Menurut Tuchel, City menyimpan kekuatan terbaik dan final Liga Champions bakal beda.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Chelsea Thomas Tuchel enggan terbawa euforia keberhasilan mengalahkan Manchester City dalam beberapa pekan terakhir. Chelsea menyingkirkan City di semifinal Piala FA dan kemudian menaklukkan the Citizens pekan laga ke-35 Liga Primer Inggris.

Fakta ini membuat the Blues di atas angin. Sebab Timo Werner dan rekan-rekan bertemu lawan yang sama pada final Liga Champions musim ini. Namun, buru-buru Tuchel menarik timnya membumi. Tuchel menegaskan hasil di Piala  FA dan liga domestik tak bisa merefleksikan duel di Istanbul nanti. Apalagi kubu lawan belum menurunkan kekuatan terbaik.

Baca Juga

"Namun tentunya tidak merugikan bagi kami memiliki pengalaman ini. Dalam waktu singkat, dua kali kami mengalahkan mereka," kata juru taktik berkebangsaan Jerman, dikutip dari Sportsmole, Senin (10/5).

Ia memahami ada nuansa lain di final UCL. Musim lalu, Tuchel membawa Paris Saint Germain ke tahapan ini.

Sayang, PSG gagal menggondol si Kuping Lebar. Kylian Mbappe dan rekan-rekan kalah 0-1 dari Bayern Muenchen.

Kekalahan itu menambah jam terbang Tuchel. Ia telah memiliki gambaran jalannya duel di Stadion Olimpiade Ataturk, pada 30 Mei 2021 nantinya.

"Kami tahu betul, jika Anda bermain di final, itu sangat istimewa. Anda berjuang di setiap sentimeter, dan setiap keuntungan bisa membuat Anda memenangkan pertandingan," ujar Tuchel.

Ia menegaskan, cara terbaik untuk mengejar kemenangan adalah dengan tampil percaya diri. Ia berharap anak asuhnya mempertahankan momentum positif.

Chelsea berusaha mengamakan tiket zona big four sesegera mungkin. Armada the Blues juga tampil di final Piala FA kontra Leicester City.

Setelahnya, perhatian pasukan Tuchel hanya tertuju ke kompetisi terelite Benua Biru. Kesempatan awak London Biru meraih trofi Liga Champions kedua dalam sejarah mereka terbuka lebar.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA