Masyarakat Jatim Diimbau Sholat Idul Fitri di Rumah

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 28 Apr 2021 06:00 WIB

Masyarakat Jatim Diimbau Sholat Idul Fitri di Rumah. Foto: Umat muslim melaksanakan sholat Idul Fitri 1441 H di Lapangan Perumahan Bojong Malaka Indah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Ahad (24/5). Pelaksanaan sholat Idul Fitri di kawasan tersebut menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker serta pengukuran suhu tubuh guna mengurangi resiko penyebaran Covid-19 Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA Masyarakat Jatim Diimbau Sholat Idul Fitri di Rumah. Foto: Umat muslim melaksanakan sholat Idul Fitri 1441 H di Lapangan Perumahan Bojong Malaka Indah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Ahad (24/5). Pelaksanaan sholat Idul Fitri di kawasan tersebut menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker serta pengukuran suhu tubuh guna mengurangi resiko penyebaran Covid-19

Imbauan sholat Idul Fitri dikeluarkan oleh MUI Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengimbau masyarakat yang beragama Islam untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1442 Hijriah di rumah. Imbauan itu dikeluarkan seiring masih tingginya penyebaran Covid-19 di wilayah setempat.

Imbauan itu dikeluarkan dalam tausiah bernomor 05/MUI/JTM/IV/2021 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Jatim, Hasan Mutawakkil Alallah, dan Sekretaris Umum MUI Jatim, Akhmad Muzakki, pada 27 April 2021. Surat tausiah itu memuat tiga poin terkait salat Idul Fitri 1442 Hijriah di masa pandemi Covid-19.

"Pertama, MUI Jawa Timur mengajak segenap umat Islam di Jawa Timur untuk senantiasa menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan penuh khidmat namun dalam kewaspadaan tinggi terhadap potensi lonjakan kasus positif Covid-19 dengan cara tetap mematuhi protokol kesehatan, mulai dari mencuci tangan, memakai masker, dan menjauhi kerumunan," tulis imbauan yang tertuang dalam tausiah tersebut.

Kedua, mengimbau seluruh Umat Islam di Jawa Timur agar melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah bersama keluarga. Tujuannya agar tidak menimbulkan kerumunan kelompok yang menimbulkan kerentanan terhadap penularan virus Covid-19.

Ketiga, mengajak seluruh umat Islam di Jawa Timur untuk memperkuat doa untuk keselamatan bersama dari ancaman, khususnya pandemi Covid-19 serta agar pandemi dimaksud segera usai. Tausiah itu juga didasarkan pada lonjakan kasus positif Covid-19 di beberapa negara, seperti yang terjadi di India.

Imbauan sama dikeluarkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim dalam surat seruan bernomor 911/PW/A-1/L/IV/2021 yang ditandatangani Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar pada hari yang sama. Selain imbauan salat Idul Fitri di rumah, NU Jatim juga mengimbau masyarakat tidak melakukan mudik Lebaran demi menjaga kesehatan keluarga di kampung.
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X