Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

14 Klub Liga Primer Siap Gagalkan Liga Super Eropa

Selasa 20 Apr 2021 22:09 WIB

Red: Israr Itah

Sebuah spanduk terlihat di luar Stadion Anfield Liverpool yang memprotes pembentukan Liga Super Eropa, Liverpool, Inggris, Senin (19/4).

Sebuah spanduk terlihat di luar Stadion Anfield Liverpool yang memprotes pembentukan Liga Super Eropa, Liverpool, Inggris, Senin (19/4).

Foto: AP / Jon Super
Klub-klub Liga Primer menolak rencana kompetisi Liga Super Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 14 klub Liga Primer Inggris menyatakan akan menempuh segala cara untuk menggagalkan Liga Super Eropa, kompetisi tengah pekan tandingan Liga Champions yang diumumkan enam klub Inggris, tiga klub Italia dan tiga klub Spanyol pada Ahad (18/4) lalu. Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United dan Tottenham Hotspur merupakan tim-tim Inggris yang menyatakan diri sebagai pendiri Liga Super Eropa.

Guna merespons situasi itu, operator Liga Primer mengundang 14 klub peserta lainnya bersama FA dalam pertemuan pada Selasa. "Ke-14 klub yang menghadiri pertemuan semuanya sepakat dan bersemangat penuh untuk menolak rencana kompetisi Liga Super Eropa," demikian pernyataan pada laman resmi Liga Primer pada Selasa.

"Liga Primer mempertimbangkan semua langkah yang bisa ditempuh untuk mencegah rencana ini berlanjut, serta meminta pertanggungjawaban pemegang saham yang terlibat untuk ditindak sesuai aturan," tulis pernyataan yang sama.

Baca Juga

Liga Primer juga menyatakan akan terus menggandeng para pemangku kepentingan seperti perwakilan suporter, Pemerintah, UEFA, FA, EFL, PFA (asosiasi pemain) dan LMA (asosiasi pelatih) untuk melindungi kepentingan bersama masyarakat olahraga. Mereka juga menyerukan kepada enam tim Inggris yang berstatus pendiri Liga Super Eropa untuk segera membatalkan keikutsertaan mereka.

Liga Primer juga berterima kasih atas masifnya respons penolakan terutama dari kalangan suporter serta klub-klub yang tidak terlibat atas wacana Liga Super Eropa. "Reaksi ini membuktikan bahwa sistem piramida terbuka dan masyarakat sepak bola begitu berarti bagi banyak pihak," tutup pernyataan tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA