Ini yang Terjadi Ketika Anda Setop Minum Kopi Saat Ramadhan

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

 Selasa 20 Apr 2021 05:35 WIB

Ini yang Terjadi Ketika Anda Setop Minum Kopi Saat Ramadhan Foto: Needpix Ini yang Terjadi Ketika Anda Setop Minum Kopi Saat Ramadhan

Diakui banyak Muslim, berhenti minum kopi sangat sulit.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kopi memegang tempat khusus di hati dan pikiran orang Amerika, tetapi biji kopi ini juga populer di seluruh dunia sebagai bagian yang memberi energi untuk banyak rutinitas yang berbeda.

Meminum kopi telah menjadi konsumsi rutin banyak orang dalam sehari. Namun, meski secara umum tidak dianggap berbahaya, kopi benar-benar dapat membuat ketagihan dan mencoba menghentikan kebiasaan ini dapat menyebabkan rasa yang tidak menyenangkan.

Sehingga menurut survei 2011, sebanyak 49 persen orang lebih suka melepaskan ponsel mereka selama sebulan daripada menanggalkan secangkir kopi. Kendati banyak orang sudah kecanduan, beberapa orang akan menhentikan kebiasaan ini untuk menghormati resolusi Tahun Baru, paskah, dan saat ini, banyak orang yang meninggalkan minuman kopi untuk Ramadhan. 

Baca Juga

Seperti diketahui Ramadhan adalah salah satu bulan paling suci dalam Islam dan dirayakan oleh jutaan Muslim di seluruh dunia. Karena puasa berarti tidak makan tidak makan dan minum sampai senja, maka artinya tidak ada kebiasaan minum kopi di pagi hari atau siang saat bekerja.

Diakui banyak Muslim, berhenti minum kopi sangat sulit. Pakar kesehatan mengatakan berhenti minum kopi dapat memicu perasaan depresi dan kecemasan, dapat memengaruhi kemampuan seseorang berkonsentrasi, dan bagi banyak orang, menyebabkan sakit kepala karena pengurangan kafein. 

Dilansir dari Mashed, Selasa (13/4) ahli diet Muslim Nazima Qureshi merekomendasikan agar memutus kecanduan ini dan mulai menggantinya dengan miuman lain secara bertahap. “Mulailah dengan mengganti 2-3 cangkir sehari dengan minuman non-kafein seperti air lemon atau teh. Ini akan membantu Anda menjaga kebiasaan minum sesuatu yang hangat, yang dapat menghindari beberapa gejala awal menghentikan zat kafein,” katanya.

“Pastikan untuk minum banyak air sebelum puasa dimulai, serta setidaknya empat gelas masing-masing saat sahur dan buka puasa.  Banyak yang berhenti minum kopi bisa gemetar atau pusing selain mengalami sakit kepala,” tambahnya.

Dia juga menyarankan penggunaan minyak esensial untuk membantu memerangi gejala ini, menggunakan satu atau dua olesan minyak penenang secara topikal. Seperti halnya perubahan gaya hidup lainnya, pastikan untuk tidur yang cukup.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X