Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Harga Mobil dan Emas Picu Penurunan Inflasi Inti Maret 2021

Kamis 01 Apr 2021 13:27 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Sebuah showroom mobil di Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga mobil menjadi salah satu pemicu penurunan inflasi inti pada Maret 2021.

Sebuah showroom mobil di Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga mobil menjadi salah satu pemicu penurunan inflasi inti pada Maret 2021.

Foto: tahta adila
Inflasi inti mengalami tren penurunan sejak awal tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan terdapat penurunan laju inflasi inti hingga akhir kuartal I 2021. Inflasi inti bulan Maret tercatat mengalami minus 0,03 persen atau terjadi deflasi.

Penurunan itu salah satunya dipicu oleh penurunan harga mobil dan emas. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, menjelaskan, inflasi inti mengalami tren penurunan sejak awal tahun ini.

Secara berturut, Januari sebesar 0,14 persen, Februari 0,11 persen, serta Maret 0,03 persen. Adapun, andil inflasi inti terhadap angka inflasi Maret 2021 yakni minus 0,02 persen.

Baca Juga

"Penyebabnya karena ada deflasi mobil dan emas perhiasan," kata Setianto dalam konferensi pers, Kamis (1/4).

Ia mengatakan, harga mobil memiliki bobot sekitar 1,93 persen terhadap inflasi inti. Adapun penurunan harga mobil pada Maret sebesar 1,54 persen. Turunnya harga mobil itu merupakan dampak dari kebijakan insentif berupa pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil berkapasitas mesin hingga 1.500 cc yang berlaku per 1 Maret 2021.

"Dari data lapangan yang ditangkap memang bulan Maret ada penurunan harga mobil pada beberapa merk. Tentu saja ini (insentif PPnBM) berdampak pada turunnya harga mobil baru di berbagai kota," kata Setianto.

Selain mobil, harga emas perhiasan juga turun andil dalam menurunkan angka inflasi inti. Setianto mengatakan harga emas tercatat menurun 1,79 persen. Harga emas, kata Setianto, memiliki bobot 1,1 persen terhadap laju inflasi inti. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA