Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Dipasok Kementan, Harga Cabai di DKI Perlahan Turun

Rabu 31 Mar 2021 16:08 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan telah menggelontorkan pasokan cabai sebanyak 195 ton ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta untuk membantu upaya stabilisasi harga saat ini.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan telah menggelontorkan pasokan cabai sebanyak 195 ton ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta untuk membantu upaya stabilisasi harga saat ini.

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Kementan memasok 195 ton pasokan cabai ke Pasar Induk Kramat Jati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan telah menggelontorkan pasokan cabai sebanyak 195 ton ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta untuk membantu upaya stabilisasi harga saat ini. Meski begitu, Kementan mengklaim, harga cabai dalam beberapa waktu terakhir sudah mulai mengalami penurunan dari sebelumnya yang menyentuh di atas Rp 100 ribu per kilogram (kg).

"Kami sudah meminta teman-teman petani untuk mengirim cabainya ke pasar-pasar induk. Kami berikan subsidi distribusi sebesar Rp 600 per kilogram," kata Prihasto, Rabu (31/3).

Harga cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati dalam dua pekan terpantau mengalami penurunan. Sempat menyentuh angka Rp 108 ribu per kilogram, kini harganya mulai turun menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

Prihasto mengatakan, penurunan harga cabai ini terjadi karena cabai yang ditanam pada akhir tahun 2020 sudah mulai panen saat ini.

Alokasi pengembangan kawasan cabai seluas 5.095 hektare yang ditanam pada akhir 2020 tersebut merupakan bantuan benih yang diberikan Kementan. Adapun realisasinya mencapai 4.671 hektare dan sudah tertanam 906,4 hektare pada November 2020 hingga Januari 2021.

"Kementan juga menargetkan adanya penambahan luas panen pada Maret hingga Juni mendatang," kata dia.

Pihaknya tak menampik lonjakan harga cabai yang terjadi sejak beberapa bulan yang lalu diakibatkan oleh cuaca ekstrem. Petani cabai terpantau banyak yang tidak menanam karena pada musim tanam sebelumnya harga cabai sempat anjlok yang menyebabkan minimnya kesiapan modal petani.

Namun, Prihasto mengklai, upaya yang dilakukan pemerintah sudah mulai menununjukkan hasil. “Keberhasilan ini juga tidak lain karena kerja sama dengan champion cabai, asosiasi cabai dan paguyuban petani cabai untuk turut serta bersama pemerintah mengendalikan pasokan dan harga khususnya di Jabodetabek," katanya.

Anggota Paguyuban Petani Cabai Kediri, Suyono, mengapresiasi pemerintah atas langkah yang diambil di tengah kesulitan petani. Ia mengatakan, petani akan mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Perhatian pemerintah sangat dirasakan manfaatnya oleh kami. Para pengepul, pedagang, maupun petani siap menjaga stabilitas harga cabai hingga lebaran nanti," terangnya.

Salah satu petani cabai asal Magelang, Jawa Tengah, Darno, menilai, bantuan pemerintah berupa subsidi biaya transportasi cukup memberikan manfaat besar bagi petani.

"Subsidi biaya transportasi yang diberikan Kementan sangat kami rasakan. Biaya ini membantu meringankan beban pengiriman ke pasar induk di Jabodetabek," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA