Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Harga Cabai Rawit di Baturaja Tembus Rp150 Ribu Per Kilogram

Selasa 30 Mar 2021 11:21 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Cabai rawit. Harga cabai rawit belakangan terus meroket.

Cabai rawit. Harga cabai rawit belakangan terus meroket.

Foto: Antara/Irsan Mulyadi
Dia mengakui, kenaikan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan menjelang Ramadhan melonjak tajam menembus angka Rp150 ribu per kilogram (Kg) atau naik dari sebelumnya hanya kisaran Rp 98 ribu/Kg.

Menurut Jauya, salah seorang pedagang cabai di Pasar Atas Baturaja,  kenaikan harga jual rawit merah ini merupakan termahal sepanjang tahun 2021. Dia mengemukakan, kenaikan harga ini dipicu modal dari agen pemasok cabai dari daerah Liwa, Provinsi Lampung mematok harga tinggi sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak merugi.

"Untuk stok cabai rawit merah ini sangat terbatas. Kalaupun ada harganya meroket," katanya, Selasa (30/3).

Dia mengakui, kenaikan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat turun drastis karena takut membeli dalam jumlah banyak. Hal senada dikatakan Yanto, pedagang lainnya menambahkan, selain rawit merah harga cabai rawit biasa juga naik dari sebelumnya Rp45 ribu/Kg menjadi Rp50 ribu/Kg. Sedangkan cabai merah keriting kini dipatok Rp70 ribu/Kg atau naik dari sebelumnya kisaran Rp55 ribu/Kg.

"Untuk bawang merah dan putih masih normal di angka Rp28.000/Kg," katanya.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Disperindag Kabupaten OKU, Octa Lilyandi secara terpisah mengaku terkait kenaikan harga cabai rawit merah yang melonjak tajam di pasaran tersebut disebabkan karena persediaan barang kosong.

"Ada harga saja, sedangkan barangnya sulit didapat," ujarnya.

Pihaknya juga sudah melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di pasar wilayah setempat sekaligus mengantisipasi aksi penimbunan sembako oleh oknum pedagang. "Untuk pasar murah mungkin akan dilaksanakan menjelang hari raya Idul Fitri nanti," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA