Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Remaja Tewas dalam Protes Senegal

Ahad 07 Mar 2021 08:59 WIB

Red: Friska Yolandha

Aksi protes di Dakar, Senegal, Jumat (5/3).

Aksi protes di Dakar, Senegal, Jumat (5/3).

Foto: AP Photo/Leo Correa
Lima orang tewas dalam protes yang dipicu oleh penangkapan Ousmane Sonko.

REPUBLIKA.CO.ID, DAKAR -- Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun tewas oleh tembakan di Senegal selatan pada Sabtu (6/3) ketika penentang Presiden Macky Sall menyerukan lebih banyak protes pekan depan. Pejabat pemerintah juga menyebutkan beberapa kantor polisi diserbu.

Remaja itu tewas dalam bentrokan di kota selatan Diaobe, kata pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya. Para pengunjuk rasa juga membakar sebuah kantor polisi militer dan merangsek beberapa gedung pemerintah.

Sedikitnya, lima orang tewas dalam protes yang dipicu oleh penangkapan Ousmane Sonko, pemimpin oposisi Senegal yang paling terkemuka pada Rabu. Ini  kerusuhan politik terburuk dalam beberapa tahun bagi negara yang secara luas dipandang sebagai salah satu negara paling stabil di Afrika Barat.

Baca Juga

Seorang juru bicara polisi militer Senegal mengonfirmasi satu orang tewas dalam bentrokan di Diaobe tetapi tidak mengatakan dalam keadaan apa. Dia mengatakan, pengunjuk rasa merangsek enam kantor polisi di seluruh negeri pada Sabtu.

Sonko, yang menempati posisi ketiga dalam pemilihan presiden 2019, ditangkap setelah seorang karyawan salon kecantikan menuduhnya memperkosanya. Sonko membantah tuduhan itu dan mengatakan itu adalah upaya Sall untuk menjerat saingan politiknya. Pemerintah membantahnya.

Sebagian besar pengunjuk rasa muda juga melontarkan berbagai keluhan lain, termasuk pengangguran yang tinggi dan langkah-langkah ketat untuk mengendalikan virus corona yang telah menimbulkan kerugian ekonomi, terutama pada pekerja informal.

Banyak yang meragukan tuduhan terhadap Sonko karena dua saingan utama Sall lainnya sebelumnya menjadi sasaran tuduhan kriminal yang mencegah mereka mencalonkan diri sebagai presiden pada 2019.Dalam sebuah pernyataan, koalisi oposisi Gerakan untuk Membela Demokrasi (M2D) menyerukan protes nasional selama tiga hari yang dimulai pada Senin.

"M2D menyerukan kepada rakyat Senegal untuk melakukan mobilisasi dan perjuangan damai dengan menggunakan semua hak konstitusionalnya untuk menolak kediktatoran Macky Sall," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA