Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Direktur Persib Jelaskan Tawaran pada Ardi dan Beckham

Ahad 24 Jan 2021 15:35 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

Pemain Persib Bandung, Ardi Idrus di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung.

Pemain Persib Bandung, Ardi Idrus di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung.

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Teddy mengaku belum mendengar tawaran tim Malaysia yang ingin merekrut Ardi Idrus.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Beberapa pemain Persib Bandung mendapatkan tawaran setelah kompetisi Liga 1 2020 dibubarkan. Tawaran tersebut menghampiri Febri Hariyadi, Ardi Idrus, dan Beckham Putra Nugraha.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahyono pun angkat suara soal tawaran tersebut. Teddy mengakui ada klub Malayasi menginginkan tenaga Febri Hariyadi. Namun, Teddy belum mendengar tawaran tim asal Malaysia yang ingin merekrut Ardi Idrus.

"Belum dengan infonya, baru baca di media sosial," kata Teddy, Ahad (24/1).

Baca Juga

Teddy mengakui tidak ingin berandai-andai soal tawaran yang datang pada pemain Persib. Menurutnya, proses perekrutan pemain tentu harus melalui proses panjang.

"Kami tidak bisa bicara karena kami tidak tahu terms and condition-nya seperti apa," kata Teddy.

Di sisi lain, Teddy mengakui tawaran mantan pelatih Persib, Miljan Radovic yang diberikan pada Beckham. Meski sebatas tawaran verbal, Radovic memang mengajak Beckham untuk bergabung dengan tim barunya di Montenegro, Sutjeska.

"Benar, penawaran secara verbal. Persis seperti apa yang diinfokan Beckham ke media," kata Teddy.

Teddy menyebut manajemen tentu akan mendukung segala keputusan pemain. Namun harus tetap dilihat bahwa keputusan pemain itu untuk kebaikan dan kemajuan bersama. 

"Bulan Desember, saat Beckham masih cedera, nanti kita proyeksikan (Beckham) untuk bursa transfer musim panas," kata Teddy.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA