Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

FDA Larang Penggunaan Kembali Masker Asal China

Senin 08 Jun 2020 18:19 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

FDA memutuskan untuk tidak menggunakan masker tertentu yang dibuat China (Foto: ilustrasi tenaga medis menggunakan masker)

FDA memutuskan untuk tidak menggunakan masker tertentu yang dibuat China (Foto: ilustrasi tenaga medis menggunakan masker)

Foto: www.freepik.com
Ada masker tertentu asal China yang dilarang digunakan kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) mengubah kebijakannya mengenai dekontaminasi untuk beberapa masker N95 yang terutama digunakan oleh para profesional kesehatan. Pada Ahad (7/6) FDA memutuskan untuk tidak menggunakan masker tertentu yang dibuat China.

Kekurangan masker N95 di tengah pandemi telah melonggarkan beberapa aturan FDA dalam bentuk otorisasi penggunaan darurat. Karena kekhawatiran kekurangan stok masker untuk petugas medis dan responden pertama, FDA mengizinkan penggunaan masker yang digunakan di negara lain.

Baca Juga

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH) disepakati bahwa masker tertentu yang dibuat di China tidak boleh digunakan lagi. Sementara stok yang ada bisa dipakai untuk keadaan darurat. Daftar masker yang diizinkan tetapi tidak boleh digunakan kembali mencakup sejumlah model dari 3M yang diproduksi di China.

Untuk petugas kesehatan, kebutuhan akan masker tidak pernah diperselisihkan. Tetapi penggunaan masker untuk masyarakat sempat menjadi perselisihan, hingga akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau penggunaan masker secara luas oleh masyarakat.

Dalam sebuah pengumuman, FDA menyatakan, pengujian oleh NIOSH telah menunjukkan bahwa beberapa respirator yang diproduksi China mungkin bervariasi desain dan cara kerjanya.

Pengumuman itu mencakup beberapa perubahan dalam otorisasi darurat, beberapa melibatkan penggunaan sistem dekontaminasi yang berkaitan dengan keselamatan pemakaian masker. Namun badan tersebut telah mempertimbangkan kembali dan merevisi keputusan tentang masker saat memperoleh informasi baru.

Pada bulan Mei, NIOSH juga telah melarang sejumlah masker dari China yang dinyatakan gagal tes, demikian dilansir laman New York Times pada Senin (8/6).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA