Masuk Periode Lebaran, AP II Proyeksikan Penumpang Naik 25,4 Persen

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor

Kamis 13 Apr 2023 08:00 WIB

Petugas bandara memperbaiki layar informasi jadwal penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/11/2022). Seluruh bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II mulai memasuki periode angkutan Lebaran 2023. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja Petugas bandara memperbaiki layar informasi jadwal penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/11/2022). Seluruh bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II mulai memasuki periode angkutan Lebaran 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seluruh bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II mulai memasuki periode angkutan Lebaran 2023. Pergerakan pesawat diperkirakan akan naik signifikan seiring mobilitas penduduk untuk melakukan mudik selama musim libur. 

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, 20 bandara yang dikelola perseroan mulai Rabu (12/4/2023) akan fokus mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2023 dengan menjalankan seluruh ketentuan di dalam Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor IR 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2023.

Baca Juga

“Bandara AP II memasuki periode Angkutan Lebaran 2023. Bandara AP II antara lain akan melakukan penyesuaian jam operasional dan kapasitas slot time penerbangan berdasarkan evaluasi dan koordinasi bersama seluruh stakeholder,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (12/4/2023) malam.

Ia menuturkan, sejalan juga dengan instruksi Dirjen Perhubungan Udara, bandara AP II memastikan kesiapan personel dan fasilitas untuk menjaga aspek operasional, pelayanan, keamanan, dan keselamatan dalam periode tersibuk di sepanjang tahun ini. Awaluddin pun menyebut, penyelenggaraan angkutan lebaran pada tahun ini akan berbeda dengan tiga tahun terakhir.

“Kami proyeksikan pergerakan penumpang pesawat di bandara-bandara AP II secara kumulatif pada Angkutan Lebaran 2023 akan mencapai sekitar 5,25 juta orang atau naik 25,4 persen dibandingkan dengan Angkutan Lebaran 2022.”

Sementara itu, pergerakan pesawat mencapai 36 ribu penerbangan atau naik 11 persen. Peningkatan-peningkatan ini harus dapat dikelola dengan baik oleh bandara AP II untuk memastikan mudik yang aman dan berkesan.

Awaluddin menuturkan, kecukupan personel, fasilitas dan infrastruktur menjadi aspek penting dalam memastikan kelancaran Angkutan Lebaran 2023 di bandara AP II. “Terkait personel, AP II pada Angkutan Lebaran 2023 menyiagakan 9.319 personel di 20 bandara yang terdiri atas personel di bidang operasional, pelayanan dan teknik, termasuk juga dukungan BKO TNI dan Polri,” ujarnya.

Di samping itu, AP II juga mulai mengaktifkan Posko Monitoring Angkutan Lebaran 2023 di 20 bandara dan satu posko utama AP II di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Soekarno-Hatta.

“Instruksi Dirjen Perhubungan Udara agar posko mulai aktif pada 14 April. Bandara AP II memulai lebih dulu pada 12 April untuk melakukan pengujian operational stressed test agar posko dapat semakin optimal,” ujarnya.

Posko monitoring diaktifkan di masing-masing bandara AP II sebagai wadah koordinasi bagi seluruh stakeholder antara lain AP II selaku operator bandara, Otoritas Bandara, Satgas Penanganan Covid-19, maskapai, TNI, Polri, Pemda, Karantina, Bea dan Cukai, serta Imigrasi.

“Posko Monitoring bersifat mendukung koordinasi antar-stakeholder,” ujar Awaluddin.

Sementara itu, Posko Utama AP II diposisikan untuk memantau secara keseluruhan operasional 20 bandara AP II dan bersifat lebih dalam tataran teknis. Ia menuturkan, posko monitoring di 20 bandara terintegrasi dengan posko utama. Seluruh laporan dari posko monitoring akan masuk ke Posko Utama. Posko utama akan mengolah data dan laporan untuk menjadi dasar dalam mengambil kebijakan secara cepat guna memastikan kelancaran operasional penerbangan, menjaga tingkat ketepatan waktu, dan juga aspek pelayanan di seluruh bandara.

Terpopuler