Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Minyak Goreng Jenis Ini Berpotensi Sebabkan Peradangan dan Blood Clot

Rabu 25 Jan 2023 04:15 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Menggoreng makanan (Ilustrasi). Minyak yang dipakai untuk menggoreng juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Menggoreng makanan (Ilustrasi). Minyak yang dipakai untuk menggoreng juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Foto: Flickr
Jenis minyak yang dipakai memasak juga dapat menyebabkan gumpalan darah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dalam beberapa kasus, pembekuan dalam darah sangat penting karena mencegah pendarahan yang berlebihan. Namun, pembekuan darah (blood clot) yang tidak larut secara alami harus menjadi perhatian karena dapat menyebabkan kondisi medis yang serius.

Misalnya, gumpalan darah yang menyumbat masuk ke otak dapat menyebabkan strok dan gumpalan di paru-paru mengakibatkan emboli paru. Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah tersebut.

Baca Juga

Diet adalah salah satu faktornya. Makanan tertentu yang berlemak dan asin telah diketahui secara luas dapat memicu pembekuan darah. Lebih lanjut, seorang ahli mengatakan bahwa jenis minyak yang dipakai memasak juga dapat menyebabkan gumpalan yang tidak diinginkan.

Ahli gizi di Marvin's Den, Rory Batt, memperingatkan bahwa minyak tertentu harus dihindari. "Makanan yang digoreng dengan minyak nabati lama kelamaan dapat mendorong proses aterosklerosis (pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah) yang menyebabkan pembekuan darah," kata dia.

Minyak nabati dapat meningkatkan lipoprotein densitas rendah alias kolesterol "jahat". Minyak tersebut juga menyebabkannya menjadi lipoprotein densitas rendah teroksidasi yang merupakan hal buruk karena ini adalah kolesterol "jahat" sebenarnya yang menyebabkan kerusakan dinding arteri dan selanjutnya penyumbatan arteri.

"Sebagian besar minyak nabati mengandung banyak asam lemak omega-6, yang jika kadarnya terlalu banyak dapat menyebabkan peradangan. Selain itu, pemanasan lemak ini dan lainnya dalam minyak dapat mengubah struktur kimianya menjadi sumber pemicu peradangan super," papar Batt, dilansir laman Express, Selasa (24/2/2023).

Peradangan adalah salah satu pemicu utama aterosklerosis. Ini berperan dalam semua tahap perkembangannya, mulai dari saat plak mulai terbentuk, hingga saat menumpuk dan mulai menyumbat arteri.

Minyak yang mengandung omega-6 meliputi minyak kanola, kedelai, bunga matahari, dan jagung. Batt menyebutkan sebuah studi yang menunjukkan efek minyak nabati seperti jagung, kedelai, minyak bunga matahari, minyak sawit, dan lainnya pada hewan.

Studi menunjukkan peningkatan tingkat hipertensi, disregulasi lipid darah, aterosklerosis, dan disfungsi endotel (pembuluh darah), semua elemen yang menyebabkan penyakit kardiovaskular dan pembekuan darah. Salah satu studi tersebut yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition, menyimpulkan bahwa konsumsi minyak sawit meningkatkan risiko penyakit tromboemboli.

Penggantian lama lemak terhidrogenasi dengan minyak sawit merusak agregasi platelet dan trombosis vena ini menunjukkan peningkatan risiko penyakit tromboemboli.

"Semakin sering minyak dipanaskan, semakin buruk jadinya. Tak masalah menggunakannya sekali di rumah, tapi untuk menggoreng deep fry makanan berlemak dan lainnya, itu bukan kabar baik," papar Batt.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA