Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Siapakah yang Dimaksud Mukhlash, Golongan yang Tak Mampu Digoda Setan?

Jumat 09 Dec 2022 14:28 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Beribadah dengan ikhlas. (ilustrasi). Mukhlash adalah orang-orang yang dipilih Allah SWT dengan hidayah dan taufik-Nya

Beribadah dengan ikhlas. (ilustrasi). Mukhlash adalah orang-orang yang dipilih Allah SWT dengan hidayah dan taufik-Nya

Foto: Ajit Solanki/AP
Mukhlash adalah orang-orang yang dipilih Allah SWT dengan hidayah dan taufik-Nya

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Dalam Alquran diceritakan bahwa Iblis bersumpah akan menyesatkan manusia. Akan tetapi Iblis mengatakan bahwa dia tidak akan bisa menyesatkan manusia yang terpilih, yakni manusia yang diberi taufik untuk menaati petunjuk dan perintah Allah SWT. 

Hal ini dijelaskan dalam tafsir Surat Sad ayat 82 dan 83 sebagai berikut ini:  

Baca Juga

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ “(Iblis) berkata, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali, hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka." (QS Sad ayat 82-83) 

Ayat di atas mengandung arti yaitu Iblis menjawab dan memohon lagi, “Wahai Tuhanku, demi kekuasaan dan kemuliaan-Mu, berilah aku kesempatan menggoda manusia, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya dengan tipudayatku sehingga mereka memandang baik perbuatan buruk."

"Akan aku tipu semua manusia, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka, yaitu mereka yang Engkau beri taufik untuk menaati petunjuk dan perintah-Mu. Aku hanya akan mampu menggoda dan menyesatkan mereka yang kafir dan lemah imannya,” kata Iblis. 

Baca juga: Pernah Benci Islam hingga Pukul Seorang Muslim, Mualaf Eduardo Akhirnya Bersyahadat 

Sementara, Tafsir Kementerian Agama menerangkan Surat Sad Ayat 82 dan 83 sebagai berikut. Kemudian Iblis memohon lagi, “Wahai Tuhanku, demi kekuasaan dan kemuliaan Engkau, berilah aku kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan Engkau, dengan menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk dan maksiat yang mereka kerjakan." 

Selanjutnya Iblis mengatakan, "Tentu saja hamba-hamba Engkau yang kuat imannya, yang tunduk dan patuh kepada Engkau, tidak dapat aku goda dan sesatkan. Hanya orang-orang kafir seperti aku dan orang-orang yang lemah imannya yang mungkin aku sesatkan." 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA