Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Ribuan Orang Rasakan Nyeri di Dua Bagian Tubuh Ini Jauh Hari Sebelum Serangan Jantung

Kamis 08 Dec 2022 00:30 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Monitor detak jantung (ilustrasi). Serangan jantung dapat didahului dengan rasa nyeri pada tungkai bawah.

Monitor detak jantung (ilustrasi). Serangan jantung dapat didahului dengan rasa nyeri pada tungkai bawah.

Foto: www.maxpixel.com
Nyeri di dua bagian tubuh kerap dirasakan sebelum orang kena serangan jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan jantung adalah kondisi akut yang jarang didahului oleh tanda peringatan yang jelas. Padahal, gejalanya terkadang bisa menyerang berjam-jam atau berminggu-minggu sebelum kejadian serangan jantung.

Kini, sebuah studi baru mengungkap bahwa rasa nyeri di kaki bisa menjadi sinyal penting dari serangan jantung yang akan datang. Rasa nyeri dapat mencerminkan berbagai jenis penyakit pembuluh darah tergantung di mana penyakit itu terjadi di dalam tubuh.

Baca Juga

Ketika nyeri secara khusus terjadi di area tungkai bawah, misalnya, itu bisa menandakan masalah aliran darah karena penyakit arteri perifer (PAD). Tungkai bawah merupakan bagian di antara lutut dan pergelangan kaki yang memiliki tulang kering dan tulang betis.

Penting untuk diperhatikan bahwa nyeri pada area kaki bukanlah gejala serangan jantung, tetapi itu bisa menjadi tanda penyakit jantung. Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan di JAMA Cardiology menetapkan bahwa sekitar lima persen orang dengan PAD bisa mengalami serangan jantung dalam 30 bulan.

Studi tersebut mengidentifikasi dua jenis serangan jantung, dengan infark miokard tipe 1 yang disebabkan oleh kejadian koroner trombotik akut. Infark miokard tipe 2, di sisi lain, cenderung mengikuti ketidakseimbangan akut antara suplai dan kebutuhan oksigen.

"Gejala ekstremitas lanjut tampaknya merupakan prediktor yang lebih kuat untuk infark miokard tipe 2 daripada infark miokard tipe 1. Infark miokard pada pasien dengan PAD dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian kardiovaskular dan kejadian yang membutuhkan rawat inap," kata peneliti, seperti dilansir laman Express, Rabu (7/12/2022).

Pada tahap awal PAD, gejalanya jarang terjadi, dengan sebagian besar komplikasi muncul secara eksklusif saat berolahraga dan berhenti saat istirahat. Clinic Cleveland menjelaskan gejala pertama PAD biasanya nyeri, kram atau ketidaknyamanan otot di kaki atau bokong (klaudikasio intermiten).

"Rasa nyeri terjadi saat Anda bergerak aktif dan hilang dengan sendirinya saat Anda beristirahat," kata ahli.

Namun, seiring dengan kemajuan kondisi, klaudikasio bisa terasa pada malam hari, saat tubuh benar-benar rileks. Ini adalah tanda bahwa penyumbatan arteri memblokir aliran darah ke ekstremitas bawah dan menghilangkan oksigen dari anggota tubuh.

Perlu dicatat bahwa PAD cenderung berkembang selama beberapa dekade, terkadang membutuhkan waktu 50 tahun atau lebih untuk menunjukkan gejalanya. Tanda-tanda PAD juga mewakili spektrum keparahan penyakit, dengan beberapa kasus muncul tanpa gejala.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA