Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Korban Hilang Dilaporkan Bertambah Delapan Orang Akibat Gempa Cianjur

Selasa 29 Nov 2022 20:57 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Agus raharjo

Tim penyelamat mengevakuasi jenazah korban gempa berkekuatan 5,6 SR di Cianjur, Indonesia, 26 November 2022. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya 310 orang tewas dan 24 hilang setelah gempa 5,6 SR melanda barat daya Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.

Tim penyelamat mengevakuasi jenazah korban gempa berkekuatan 5,6 SR di Cianjur, Indonesia, 26 November 2022. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya 310 orang tewas dan 24 hilang setelah gempa 5,6 SR melanda barat daya Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.

Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Total korban meninggal akibat gempa Cianjur mencapai 328 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR--Korban meninggal dunia akibat gempa bumi Cianjur yang ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa (29/11/2022) mencapai empat orang. Sehingga korban meninggal dunia akibat gempa mencapai sebanyak 327 orang.

"Data update pascagempa Cianjur, korban jiwa sampai sekarang meninggal dunia mencapai 327 jiwa," ujar Dandim 0608 Cianjur Letkol Arm Hariyanto kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga

Hal ini berdasarkan hasil pencarian sampai Selasa ditemukan sebanyak empat jenazah dan korban hilang tersisa lima jiwa. Hariyanto mengatakan, empat orang ditemukan di wilayah Cijedil, Kecamatan Cugenang. Namun pada Selasa ini berdasarkan laporan yang diterima ada tambahan korban hilang di dua desa. Yakni enam orang dari Desa Cijedil dan dua orang di Desa Mangunkerta.

Bila dijumlahkan total korban hilang dalam pencarian delapan orang. Sehingga total laporan hilang sampai saat ini 13 orang.

Hariyanto menuturkan, luka berat sebanyak 595 orang dan korban luka berat dirawat di semua rumah sakit di Cianjur 68 orang. Terkait pengungsian, kata Hariyanto, berdasarkan survei BNPB bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan UNFPA dalam mengetahui data pengungsi terpilah untuk mengetahui distribusi usia, jenis kelamin, dan kelompok rentan di pos pengungsian.

Survei saat ini lokasi pengungsian 451 titik dengan rincian 333 titik terpusat dan 118 titik mandiri. Jumlah kepala keluarga (KK) di survei 39.985 KK hasil validasi data terakhir. Hariyanto menuturkan, total pengungsi sebanyak 108.720 jiwa. Rinciannya, laki laki 52.987 orang, perempuan 55.730 orang, penyandang disabilitas 147, ibu hamil 1.341 orang, dan lansia 6.994 orang.

Sementara kerugian materiil antara lain, rumah total 83.747 unit, rusak berat 34.477 unit, rusak sedang 17.599 unit dan rusak ringan 35.976 unit. Selanjutnya infrastruktur sekolah 511 unit, tempat ibadah 187 unit, faskes 14 unit, dan gedung kantor 17 unit. Sementara kecamatan terdampak 16 kecamatan terdiri 169 desa.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA