Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

BMKG: Gempa Susulan Cianjur Alami Penurunan

Selasa 29 Nov 2022 20:04 WIB

Red: Nora Azizah

Pengungsi beraktivitas di dalam tenda darurat di Kampung Gitung, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pengungsi beraktivitas di dalam tenda darurat di Kampung Gitung, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Gempa susulan di Cianjur hingga, Selasa (29/11/2022), terjadi sebanyak 14 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan aktivitas gempa susulan dari gempa utama magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 21 November 2022 terus mengalami penurunan. "Hasil dari monitoring gempa susulan sampai dengan pukul 16.00 WIB hari ini (29/11), dari sisi jumlah terus menurun dan energi juga cukup signifikan peluruhannya," ujar Koordinator Peringatan Dini Gempa Bumi BMKG Sigit Pramono dalam konferensi pers update gempa bumi Cianjur yang diikuti di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Ia menyampaikan, gempa susulan yang tercatat sejak pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB pada Selasa (29/11) ini ada sebanyak 14 kali gempa tidak dirasakan. "Ada 14 kali gempa dengan magnitudo terbesar M2,2 dan yang terkecilnya M1,4," tuturnya.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan, untuk cuaca di wilayah Cianjur diprakirakan masih berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. "Cuaca di sini perlu menjadi pertimbangan untuk kegiatan di lapangan maupun warga yang menghuni di luar rumah," tuturnya.

Sementara itu, Dandim 0608/Kabupaten Cianjur Letkol Arm Hariyanto menginformasikan bahwa terdapat sebanyak 327 orang meninggal dunia sejak gempa melanda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.

"Sampai dengan waktu sekarang korban jiwa meninggal dunia sejumlah 327 jiwa," katanya.

Ia menambahkan, total keseluruhan laporan korban hilang sampai dengan sore ini sejumlah 13 orang. "Selanjutnya korban luka terdiri dari luka berat sejumlah 595 orang, korban luka berat yang saat ini masih dirawat di semua rumah sakit di Cianjur sejumlah 68 orang," katanya.

Ia memaparkan, hasil validasi data terakhir jumlah total pengungsi sebanyak 108.720 jiwa, pengungsi laki-laki sebanyak 52.987 jiwa, pengungsi perempuan sebanyak 55.733 jiwa, penyandang disabilitas 147 jiwa, ibu hamil 1.341 jiwa, dan lansia 6.994 jiwa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA