Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Anwar Ibrahim Tolak Mobil Dinas Mercedes Benz S600

Senin 28 Nov 2022 21:29 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Dalam foto yang disediakan Kantor Perdana Menteri, Anwar Ibrahim, depan, tiba di kantor perdana menteri di Putrajaya, Malaysia pada hari pertamanya Jumat, 25 November 2022. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menolak penggunaan limusin Mercedes-Benz S600 yang baru saja dibeli sebagai mobil dinasnya.

Dalam foto yang disediakan Kantor Perdana Menteri, Anwar Ibrahim, depan, tiba di kantor perdana menteri di Putrajaya, Malaysia pada hari pertamanya Jumat, 25 November 2022. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menolak penggunaan limusin Mercedes-Benz S600 yang baru saja dibeli sebagai mobil dinasnya.

Foto: Prime Minister office via AP
Anwar Ibrahim juga mengatakan tidak akan mengambil gaji perdana menterinya.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menolak penggunaan limusin Mercedes-Benz S600 yang baru saja dibeli sebagai mobil dinasnya. Sebaliknya, dia akan menggunakan kendaraan apa pun yang tersedia di Departemen Perdana Menteri untuk tugasnya.

"Saya ingin memberi tahu Anda bahwa kemarin, saya menolak menggunakan kendaraan Mercedes S600 yang dibeli dan diperoleh Departemen Perdana Menteri sebelum saya menjabat," tulisnya di akun resmi Facebook dikutip laman Channel News Asia, Senin (28/11/2022)

Baca Juga

"Langkah itu diambil karena saya tidak ingin ada biaya baru yang dibebankan pada saya," imbuhnya.

Pada Sabtu malam, dia membuat pernyataan serupa setelah salat di sebuah masjid di Selangor. Anwar mengatakan bahwa tidak ada mobil dinas baru yang akan dibeli untuk digunakannya dan tidak ada perabotan baru yang tidak perlu dibeli oleh kantornya.

Menurutnya ini sebagai bagian dari budaya baru terhadap pemborosan dana publik yang harus dipraktikkan oleh semua orang. "Syaratnya tidak ada pembelian baru di kantor perdana menteri," katanya kepada wartawan.

"Pikirkan apa yang dapat Anda hemat 100 ringgit, 1.000 ringgit, 10 ribu ringgit, yang dapat dikembalikan kepada orang miskin. Saya memulainya dengan komitmen untuk tidak mengambil gaji, tapi yang penting tidak menyia-nyiakan dana yang kita miliki,” lanjutnya.

"Ini adalah pesan kepada semua pimpinan departemen untuk mengingat bahwa dalam situasi saat ini kita harus memulai budaya baru. Jangan gunakan uang pemerintah untuk fasilitas kami sendiri," kata dia.

Anwar sebelumnya mengumumkan bahwa dia tidak akan mengambil gaji perdana menterinya, sesuai dengan janji yang dia buat selama kampanye Pemilihan Umum (GE15) ke-15. Dia juga mengumumkan bahwa ukuran Kabinet akan dikurangi dan bahwa dia juga mencari persetujuan dari anggota parlemen yang akan diangkat sebagai menteri untuk mengurangi gaji mereka. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA