Senin 28 Nov 2022 10:45 WIB

Preview Piala Dunia 2022 Korea Selatan vs Ghana; Ksatria Asia Vs Prajurit Afrika

Korsel seolah sudah gatal untuk segera mendulang gol demi gol.

 Para pemain Korea Selatan berdiri di depan para penggemarnya pada akhir pertandingan sepak bola grup H Piala Dunia antara Uruguay dan Korea Selatan, di Stadion Education City di Al Rayyan, Qatar, Kamis, 24 November 2022.
Foto: AP/Martin Meissner
Para pemain Korea Selatan berdiri di depan para penggemarnya pada akhir pertandingan sepak bola grup H Piala Dunia antara Uruguay dan Korea Selatan, di Stadion Education City di Al Rayyan, Qatar, Kamis, 24 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Korea Selatan (Korsel) seharusnya memenangkan pertandingan pertamanya melawan Uruguay karena menjadi tim yang bermain lebih bagus dan menekan. Kekurangan mereka kurang klinis saja.

Kini, menghadapi Ghana, malam ini pukul 20.00 WIB, Korea harus menemukan kembali unsur klinis dalam serangannya, walaupun Ghana juga akan menjalani pertandingan ini dengan koreksi relatif sama dengan Korea.

Baca Juga

Bermain pada Piala Dunia kesebelasnya, Korea Selatan mengawali petualangan dalam Piala Dunia dengan imbang 0-0 melawan Uruguay. Saat itu pemainan mereka hidup sekali.

Namun, sekalipun menciptakan banyak peluang, mereka memiliki kekurangan dalam menyelesaikan peluang sampai tak satu pun dari peluang-peluang mereka itu tepat sasaran.

Korea Selatan cenderung terlalu mengandalkan gelandang serang dan kapten Son Heung-min, yang perlahan beradaptasi kembali setelah operasi wajah baru-baru ini. Tapi dalam pertandingan pertama itu Son tidak banyak memberikan dampak kepada timnya.

Meskipun demikian pelatih Paulo Bento senang kepada agresivitas yang ditunjukkan skuadnya saat melawan Uruguay yang berpengalaman.

Bento kini berharap profil permainan yang sama dimunculkan timnya kala menjawab tantangan Ghana malam nanti, dan Portugal empat hari setelah itu.

Korea seri tanpa imbang kala melawan Uruguay untuk sama-sama memetik satu poin dalam klasemen Grup H yang dipuncaki Portugal setelah mengalahkan Ghana 3-2.

Untuk pertandingan di Education City Stadium di Al Rayyan itu Bento harap-harap cema menantikan kesiapan bek Kim Min-jae setelah mengalami cedera pada pertandingan pembuka.

Akan halnya Ghana yang menjadi tim Afrika pertama yang mencetak gol dalam Piala Dunia 2022, seharusnya masuk gelanggang dengan kebanggaan dan kepercayaan diri yang tinggi.

Itu karena saat melawan Portugal mereka bermain bagus dan percaya diri, terutama pada babak kedua.

Baca juga : Pratinjau Piala Dunia Kamerun vs Serbia; Menang atau Tersingkir

Ghana mencapai perempat final Piala Dunia 2010 dan mereka tentu saja ingin mengulangi pencapaian itu dalam Piala Dunia Qatar. Guna mewujudkan ini mau tak mau mereka harus mengalahkan Korea Selatan karena jika kalah bukan saja menutup peluang itu, namun juga bisa menjadi pintu untuk angkat koper lebih cepat dari turnamen ini.

Setelah tampil menyedihkan dalam Piala Afrika tahun ini di mana mereka tersingkir pada babak penyisihan grup setelah hanya mengumpulkan satu poin, Ghana berharap menjalankan semua skenario sepak bolanya jauh lebih cerah dan cemerlang.

"Sekarang kami harus menang dan kami berada dalam tekanan, tetapi begitu juga mereka," kata pelatih Ghana Otto Addo seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, kapten mereka, Andre Ayew, percaya Ghana akan berhasil karena selama ini selalu keluar dari situasi sulit.

"Kami harus tetap tenang, rileks, dan meningkatkan performa kami. Kami mesti berusaha mencetak gol lebih banyak dan menghindari kebobolan," kata pemain berusia 32 tahun itu.

Baca juga : Unik, Suporter Sepak Bola Rusia Alihkan Dukungan ke Serbia di Piala Dunia Kali Ini

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement