Rabu 19 Oct 2022 21:21 WIB

Ibnu Firnas Pencipta Pasarut Pertama di Dunia

Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan uji coba terbang dari menara Masjid Mezquita

Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.
Foto: Photobucket.com/ca
Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.

IHRAM.CO.ID, Ilmu pengetahuan berkembang pesat karena sang sultan berhasil menggali sumber daya manusia dan ekonomi tanah Spanyol. Sehingga, menghasilkan kekayaan yang berlimpah ruah pada saat Eropa masih mengalami kegelapan.

Pada saat bersamaan, Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan uji coba terbang dari menara Masjid Mezquita di Cordoba. Untuk mewujudkan idenya, dia menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu.

Baca Juga

Sayap buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar di udara dan memperlambat jatuhnya. Ia pun berhasil mendarat walau dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.

Keberhasilannya itu tak lantas membuatnya berpuas diri. Dia kembali melakukan serangkaian penelitian dan pengembangan konsep serta teori yang ia adopsi dari gejala-gejala alam yang kerap diperhatikannya.

Pada tahun 875, saat usianya mencapai 65 tahun, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu membawa manusia. Setelah versi finalnya berhasil dibuat, ia sengaja mengundang orang-orang Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa, dekat Cordoba.

Penerbangan yang disaksikan secara luas oleh masyarakat itu terbilang sangat sukses. Sayangnya, karena cara meluncur yang kurang baik, Ibnu Firnas terempas ke tanah bersama pesawat layang buatannya. Dia pun mengalami cedera punggung yang sangat parah. Cederanya inilah yang membuat Ibnu Firnas tak berdaya untuk melakukan uji coba berikutnya.

Kecelakaan itu terjadi karena Ibnu Firnas lalai memerhatikan bagaimana burung menggunakan ekor mereka untuk mendarat. Dia pun lupa untuk menambahkan ekor pada model pesawat layang buatannya. Kelalaiannya inilah yang mengakibatkan dia gagal mendaratkan pesawat ciptaannya dengan sempurna.

Mu’min Ibnu Said, seorang penyair yang hidup sezaman dengan Firnas, mencatat aksi Firnas dengan katakatanya: “Firnas terbang lebih cepat daripada burung phoenix, ketika ia mengenakan bulu-bulu di badannya seperti burung manyar.”

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement