Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

CDC Mulai Cabut Aturan Perjalanan Covid-19 yang Dikeluarkan pada Awal Pandemi

Jumat 07 Oct 2022 19:26 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencabut aturan perjalanan selama Covid-19, yang mulai dikeluarkan pada awal pandemi Covid-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencabut aturan perjalanan selama Covid-19, yang mulai dikeluarkan pada awal pandemi Covid-19.

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Sedikitnya laporan kasus Covid-19 membuat CDC mencabut aturan perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah federal membatalkan protokol kesehatan masyarakat terkait pandemi Covid-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencabut aturan perjalanan selama Covid-19, yang mulai dikeluarkan pada awal pandemi Covid-19.

CDC beralasan bahwa saat ini lebih sedikit negara yang menguji virus corona, atau melaporkan jumlah kasus positif Covid-19. CDC menyebut kondisi itu menjadi dasar pencabutan aturan perjalanan dengan mempertimbangkan risiko pelancong.

Baca Juga

Juru bicara CDC, Kristen Nordlund mengatakan, agensi hanya akan mengunggah pemberitahuan kesehatan perjalanan untuk masing-masing negara. "Jika situasi seperti adanya varian baru virus yang mengganggu rekomendasi perjalanan CDC untuk negara itu," katanya, dilansir dari huffpost, Jumat (7/10/2022).

CDC masih merekomendasikan agar para pelancong tetap mencari tahu informasi terbaru tentang vaksin, serta mengikuti rekomendasi yang ditemukan di halaman perjalanan internasionalnya. Halaman itu membagi negara ke dalam tiga kategori, yaitu lakukan tindakan pencegahan biasa, tindakan pencegahan yang ditingkatkan, atau hindari perjalanan yang tidak penting.

Pembatasan, seperti tes Covid-19 dan persyaratan karantina, sangat memperlambat perjalanan internasional di awal pandemi. Namun, banyak negara akhirnya mencabut aturan itu kepada pelancong yang melakukan vaksinasi penuh dan mendorong orang untuk meningkatkan pariwisata.

Pada awal 2020, sebelum vaksin tersedia, Amerika Serikat melarang orang yang baru-baru ini berada di lebih dari 36 negara negara. Pada 2021, AS mulai mewajibkan pelancong memiliki hasil tes negatif Covid-19 sebelum naik pesawat ke negara itu, yang akhirnya dibatalkan aturannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA