Kamis 06 Oct 2022 17:10 WIB

Terungkap, Ini Alasan Pelatih PSG Enggan Mainkan Messi Hingga Laga Usai di Markas Benfica

Lionel Messi dinilai mengalami kelelahan jelang laga berakhir.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Lionel Messi melakukan selebrasi usai mencetak gol pada pertandingan sepak bola Grup H Liga Champions antara SL Benfica dan PSG di Stadion Luz di Lisbon, Kamis (6/10/2022) dini hari WIB.
Foto: AP/Armando Franca
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Lionel Messi melakukan selebrasi usai mencetak gol pada pertandingan sepak bola Grup H Liga Champions antara SL Benfica dan PSG di Stadion Luz di Lisbon, Kamis (6/10/2022) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, LISBON -- Lionel Messi mulai menemukan sentuhan terbaik bersama Paris Saint-Germain (PSG). Teranyar, Messi menjadi bintang PSG saat bertemu Benfica pada matchday ketiga Grup H Liga Champions musim 2022/2023.

Duel di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (6/10/2022) dini hari WIB, berkesudahan imbang 1-1. La Pulga, julukan Messi, mencatatkan namanya di papan skor. Setelah terlibat kerja sama satu dua sentuhan dengan Kylian Mbappe dan Neymar, kapten Argentina itu melepaskan sepakan melengkung merobek jala tuan rumah.

Baca Juga

Sepanjang babak kedua, Les Parisiens mendominasi. Messi dan rekan-rekan terus meneror pertahanan lawan. Sayangnya, eks Barcelona itu tidak bermain penuh.

Pada menit ke-81, ia ditarik. Sebagai gantinya, pelatih Paris PSG, Christophe Galtier, memasukkan Pablo Sarabia. Keputusan Galtier dipertanyakan.

Setelah pertandingan, Galtier bertemu awak media. Ia memastikan kondisi Messi baik-baik saja. Namun ia melihat pesepak bola 35 tahun itu mengalami kelelahan jelang laga berakhir.

"Setelah melakukan sprint, dia merasa lelah. Dia ditarik keluar dan digantikan oleh rekannya yang lebih fresh," kata Galtier kepada RMC dikutip dari uefa.com.

Secara keseluruhan, Galtier merasa hasil di Estadio da Luz cukup adil. Pasalnya, tuan rumah juga memiliki beberapa peluang emas dalam 45 menit awal. Begitu juga dengan timnya pada babak kedua. "Kedua kiper tampil bagus. Hasilnya adil, karena Benfica juga bagus," ujar Galtier.

Gelandang Les Parisiens, Marco Verratti, terpilih sebagai man of the match. Tapi ia enggan menonjolkan sisi individunya ketika diwawancarai. Ia memilih memuji Messi.

"Berkat hal-hal sederhana yang dia lakukan, membuat Anda jatuh cinta padanya. Bagi saya, sebagai seseorang yang mencintai sepak bola, dia seorang ikon, yang terbaik dalam sejarah," ujar Verratti tentang kepiawaian La Pulga di lapangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement