Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Dorong Pemimpin Masa Depan di BUMN, Erick Thohir: Ini Eranya Kita

Rabu 28 Sep 2022 15:11 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah), Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury (kanan), dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dalam konferensi pers kinerja portofolio BUMN 2021 di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (28/9).

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah), Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury (kanan), dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dalam konferensi pers kinerja portofolio BUMN 2021 di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (28/9).

Foto: Kementerian BUMN
Perusahaan BUMN harus berandil besar dalam membawa Indonesia jadi negara maju di 2045

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan pemimpin masa depan di perusahaan-perusahaan BUMN harus berandil besar dalam membawa Indonesia menjadi negara maju di 2045. Dengan menjaga roadmap transformasi di BUMN dalam 10 tahun ke depan, Erick menekankan bahwa ini era para future leader berusia muda menjadikan BUMN makin kuat dan solid mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Saat ini, kami terus mendorong agar future leader di BUMN terus berkelanjutan. Bahkan, saya dan bersama para Wamen, ikut membantu memastikan agar kepentingan pemimpin muda di BUMN berjalan terus. Ini eranya para pemimpin muda di BUMN menjaga dan membangun road map BUMN untuk 10 tahun ke depan," ujar Erick saat membuka acara BUMN Next Gen, Build Future Leader di JCC, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca Juga

Saat ini, ucap Erick jumlah milenial di perusahaan negara yang berjumlah 42 BUMN sudah mencapai 65 persen. Erick mencanangkan akan terus mendorong sehingga angka karyawan muda di BUMN hingga 80 persen. Hal itu didasari dari 273 juta penduduk Indonesia, mayoritas 53 persen berusia di bawah 35 tahun.

"Karena itu, jika sebelumnya kami fokus generasi muda di jajaran direksi atau BOD (Board of Directur) minus 1, kini kami fokus ke semua jajaran. Dengan dunia yang kian kompleks dan penuh tekanan, tak hanya ledership saja, kami ingin juga semua karyawan muda di BUMN meningkatkan kualitas dalam menghadapi persaingan di masa depan," ungkap Erick.

Erick menjelaskan bahwa persaingan ekonomi terkini yang terjadi di dunia tak lagi mencerminkan persaingan antar perusahaan. Tapi sudah antar negara. Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi stabil di angka lima persen hingga 2045 harus dimanfaatkan oleh generasi muda dan calon pemimpin masa depan.

"Ini kesempatan bagi Indonesia dengan posisi non blok untuk merajut semua negara dan menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun Indonesia. Sekali lagi ini eranya kita, karena kita punya potensi menjadi negara maju sepanjang para future leader bisa menjalankan dan menjaga cetak biru agar terimplementasikan," kata Erick menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA