Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Rusia-Ukraina Bertukar Tawanan Perang

Kamis 22 Sep 2022 11:01 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Kendaraan militer Ukraina bergerak di jalan di wilayah yang dibebaskan di wilayah Kharkiv, Ukraina, Senin, 12 September 2022. Rusia dan Ukraina bertukar lebih dari 200 tawanan perang sebagai hasil dari mediasi Turki dan Arab Saudi.

Kendaraan militer Ukraina bergerak di jalan di wilayah yang dibebaskan di wilayah Kharkiv, Ukraina, Senin, 12 September 2022. Rusia dan Ukraina bertukar lebih dari 200 tawanan perang sebagai hasil dari mediasi Turki dan Arab Saudi.

Foto: AP Photo/Kostiantyn Liberov
Pertukaran ini menjadi yang terbesar sejak perang dimulai, melibatkan 300 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Rusia dan Ukraina bertukar lebih dari 200 tawanan perang sebagai hasil dari mediasi Turki dan Arab Saudi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan, pertukaran tahanan adalah langkah penting untuk mengakhiri perang antara kedua negara.

Erdogan mengatakan, upaya untuk membangun perdamaian antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut. "Saya juga ingin berterima kasih kepada semua teman saya yang berkontribusi dalam proses ini," ujarnya pada Rabu (21/9/2022), dikutip Anadolu Agency.

Baca Juga

Pertukaran terbaru ini menjadi yang terbesar sejak perang dimulai dan melibatkan hampir 300 orang, termasuk 10 orang asing dan komandan yang memimpin pertahanan Ukraina di Mariupol awal tahun ini. Orang asing yang dibebaskan termasuk dua warga Inggris dan seorang Maroko yang telah dijatuhi hukuman mati pada Juni usai ditangkap dalam pertempuran. Ada pula tiga warga Inggris, dua orang Amerika Serikat, seorang Kroasia, dan seorang warga negara Swedia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pertukaran itu melibatkan bantuan dari Turki dan Arab Saudi. Momen tersebut telah dipersiapkan cukup lama dan melibatkan tawar-menawar yang intens. Ketentuan kesepakatan menyatakan, 215 warga Ukraina yang sebagian besar ditangkap setelah jatuhnya Mariupol telah dibebaskan.

Sedangkan Arab Saudi menengahi pengaturan dengan 10 orang asing diterbangkan ke Arab Saudi. Mediasi tersebut melibatkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang telah mempertahankan hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Ini jelas merupakan kemenangan bagi negara kita, bagi seluruh masyarakat kita. Dan yang terpenting adalah 215 keluarga dapat melihat orang yang mereka cintai aman dan berada di rumah," kata Zelenskyy dalam sebuah pidato video.

Sebagai gantinya, Ukraina mengirim kembali 55 orang Rusia dan Ukraina pro-Rusia dan pemimpin partai pro-Rusia Viktor Medvedchuk yang menghadapi tuduhan makar. "Kami mengingat semua orang kami dan mencoba menyelamatkan setiap orang Ukraina. Inilah arti Ukraina, esensi kami, inilah yang membedakan kami dari musuh," ujar Zelenskyy.

Zelenskyy berterima kasih kepada Erdogan atas bantuannya dan mengatakan lima komandan senior Ukraina akan tetap berada di Turki sampai akhir perang. Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin memuji pertukaran tahanan itu melalui akun Twitter.

"Pertukaran ini, yang terjadi sebagai akibat dari lalu lintas diplomatik yang intens dari Presiden kami, adalah salah satu hasil terpenting dari diplomasi perdamaian yang dilakukan oleh negara kami. Turki selalu menyukai perdamaian," ujar Kalin.

Erdogan sebelumnya mengatakan kepada Putin dan Zelenskyy, bahwa tidak ada pemenang dalam perang yang berakhir dengan kematian orang. Dia menegaskan, Ankara telah mengikuti kebijakan yang seimbang antara Moskow dan Kiev sejak perang dimulai pada Februari. Dia mengaku  lebih suka mendengarkan kedua presiden di meja negosiasi di Turki.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA