Senin 18 Jul 2022 01:05 WIB

Singgung Soal Sri Lanka, Megawati Ingatkan Indonesia Hindari Krisis Pangan

Indonesia berperan penting jika menguasai ilmu dan teknologi di bidang pangan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Prof.Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri
Foto: istimewa
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Prof.Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri membuka KKN Kebangsaan 2022 di Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, secara daring, Ahad  (16/7/2022). Dalam sambutannya, Megawati menyerukan langkah agar Indonesia terhindar dari krisis. Hal tersebut disampaikan Megawati berkaca dari kasus gagalnya Sri Lanka dan dunia yang terancam krisis pangan serta resesi dipicu masalah inflasi.

"Kita sama-sama berharap Indonesia terhindar dari ancaman krisis pangan yang menghantui dunia, yang harus segera kita antisipasi dari saat ini, agar hal itu tidak terjadi," kata Megawati dalam keterangan tertulisnya, Ahad (17/7/2022).

Baca Juga

Megawati mengatakan Presiden Joko Widodo telah mengingatkan sejumlah negara dinyatakan gagal karena perekonomiannya jatuh mulai tahun ini. Presiden ke-5 RI itu mengatakan, kalau ekonomi hancur, maka yang paling utama adalah dari mana akan mendapatkan bahan makanan.

"Pangan, itu menjadi sebuah pertanyaan besar. Dan sekiranya akan terjadi, walau tentu kita berharap hal itu tidak terjadi, sehingga dengan demikian kita sendiri harus mulai berpikir pada saat sekarang ini untuk bagaimana kita bisa menjalankan dan menghasilkan kedaulatan pangan Indonesia itu," jelasnya.

Menurut Megawati, Indonesia memiliki peran penting, selama perguruan tinggi juga menaruh perhatian besar terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset dan inovasi di bidang pangan. Sebab Indonesia begitu kaya dan menghasilkan sumber pangan yang sangat beragam.

Megawati mengatakan, sumber pangan seharusnya diolah melalui sebuah kerja yang selalu tersinergi dari hulu ke hilir, dan didukung riset sumber-sumber benih, pengembangan kemampuan produksi dan pengolahan hasil pangan, serta sistem distribusi yang berkeadilan. "Maka Indonesia bisa hadir sebagai lumbung pangan dunia," tuturnya.

Selain itu, Megawati mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bahan pangan utama selain beras. Yaitu seperti singkong, jagung, sorgum, umbi-umbian, pisang, porang, dan lainnya.

"Dua tahun yang lalu sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, saya telah memberikan instruksi, kepada seluruh jajaran ekskutif kami, yaitu yang disebut program menanam 10 tanaman pendamping beras, yaitu hanjali atau jali-jali, jagung, pisang, porang, sagu, singkong, sorgum, sukun, talas, ubi jalar," urainya.

 

Megawati mengatakan perlu kesadaran dan kerja gotong royong dalam mengembangkan food estate. Diperlukan peran para pengambil kebijakan, masyarakat, dan termasuk pentingnya peran mahasiswa-mahasiswi.

"Generasi muda, untuk menjadikan pangan sebagai sumber daya strategis yang menentukan mati-hidupnya suatu bangsa," tegasnya.

Megawati juga mengapresiasi program KKN Kebangsaan sehingga mahasiswa berpengalaman langsung. Namun, itu tak cukup. Baginya, mahasiswa dan pihak kampus harus mendorong dirinya terlibat dalam penguasaan iptek, riset dan inovasi. "Itulah sebagai hulu kemandirian pangan. Tanpa itu, semua tidak akan terjadi," katanya.

Untuk diketahui, kegiatan KKN Bersama diikuti mahasiswa dari 73 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Secara total ada 2.331 mahasiswa terlibat, yang akan ditempatkan di 100 desa di seluruh wilayah di Kalteng.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement