Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Kantor Dinas Pendidikan Tasikmalaya Dirampok, Tiga Pegawai Disekap

Senin 20 Jun 2022 14:07 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: Antara/Jafkhairi
Polisi masih mencari tahu barang apa saja yang hilang dan motif perampokan.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Komplotan perampok menyatroni Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dan menyekap tiga pegawai yang piket, Senin (20/6/2022) dini hari. Kepala Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Dian Pornomo membenarkan peristiwa tersebut dan saat ini petugas sudah ke lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami sedang olah TKP, melakukan penyelidikan dan penyidikan," kata Dian menambahkan polisi masih menyelidiki motif dan barang apa saja yang hilang.

Baca Juga

Ia menyampaikan, tim Satreskrim Polres Tasikmalaya masih terus menyelidiki untuk mengetahui secara jelas kejadiannya dan kerugian yang dialami dinas tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk mempercayakan kepada polisi dalam menyelesaikan kasus tersebut."Percayakan kasus ini kepada kami," katanya.

Terkait apa saja yang diambil pelaku, kata dia, saat ini masih didata petugas di lapangan, dan secepatnya akan diberitahukan kepada publik."Masih diinventarisasi, ada di lantai satu dan dua, kita masih penyelidikan," katanya.

Kronologi

Seorang saksi sekaligus pegawai yang disekap kawanan perampok, Haryadi, mengatakan peristiwa itu terjadi Senin (20/6/2022) sekitar pukul 01.30 WIB dengan jumlah pelaku lebih dari dua orang.

Perampok menyekap tiga orang terdiri dua petugas kebersihan dan seorang Satpam Disdik Kabupaten Tasikmalaya.Haryadi sebagai petugas kebersihan mengatakan, saat itu sedang membersihkan ruangan, kemudian menuju ruang depan untuk mengambil kopi dan rokok, namun kaget rekan kerjanya sudah diikat dan mulutnya ditutup lakban.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA