Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Komunitas Mualaf di Inggris Ziarah Makam Lady Evelyn Cobbold.

Kamis 16 Jun 2022 03:20 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Orang-orang Shalat di Masjid London Timur & Pusat Muslim London di London timur, Inggris, Rabu (14/4). Untuk kegiatan Ramadhan, setelah bulan suci harus diamati selama pembatasan virus korona tahun lalu tanpa pertemuan doa komunitas biasa,

Orang-orang Shalat di Masjid London Timur & Pusat Muslim London di London timur, Inggris, Rabu (14/4). Untuk kegiatan Ramadhan, setelah bulan suci harus diamati selama pembatasan virus korona tahun lalu tanpa pertemuan doa komunitas biasa,

Foto: Harun Chown / PA melalui AP
Lady Evelyn Cobbold, muslim Inggris pertama yang pergi haji.

REPUBLIKA.CO.ID,EDINBURGH -- Sejumlah mualaf berjalan sejauh 10 km atau 6,2 mil ke Gleann Fhiodhaig di Wester Ross. Mereka berencana untuk mengunjungi makam seorang bangsawan Victoria. Para mualaf sebelumnya telah melakukan perjalanan dari Edinburgh, Liverpool, Leicester dan seterusnya untuk menghormati Lady Evelyn Cobbold.

Lady Evelyn Cobbold dianggap sebagai wanita Muslim kelahiran Inggris pertama yang melakukan ibadah haji ke Makkah. Pendiri The Convert Muslim Foundation, Batool Al-Toma, yang merupakan mualaf dari Irlandia, mengajaknya kelompoknya untuk memulai perjalanan ke pegunungan.

Baca Juga

"Sejak saya mendengar tentang Lady Evelyn, saya tertarik dengan ceritanya. Dia adalah wanita yang cukup tangguh yang tidak pernah membiarkan dirinya dikesampingkan hanya karena dia seorang wanita," kata Al-Toma, seperti dikutip dari BBC, Rabu (15/6/2022).

Dalam perjalanan, hujan mulai turun. Saat angin dan hujan menerpa, banyak dari kelompok itu merenungkan perjalanan terakhir Lady Evelyn ke lembah menuju tempat pemakaman yang dipilihnya.

Lady Evelyn meninggal pada Januari 1963 selama musim dingin yang sangat dingin dan dimakamkan di lereng bukit terpencil di perkebunan Glencarron miliknya. Lahir di Edinburgh pada akhir 1800-an, Lady Evelyn menghabiskan masa kecilnya di Skotlandia dan Afrika Utara. Di sanalah dia pertama kali mengenal Islam, mengunjungi masjid bersama teman-teman Aljazairnya.

Tidak diketahui secara pasti kapan dia masuk Islam tetapi pertemuan kebetulan dengan Paus saat dia mengunjungi Roma tampaknya menegaskan keyakinannya. Ketika Yang Mulia tiba-tiba menyapa Evelyn dengan menanyakan apakah dia seorang Katolik, dia berkata dirinya adalah seorang Muslim. "Apa yang merasuki saya, saya tidak berpura-pura tahu karena saya tidak memikirkan Islam selama bertahun-tahun," tulisnya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA