Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Ajinomoto Berkomitmen Jalankan Bisnis Ramah Lingkungan

Jumat 10 Jun 2022 16:29 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Pekerja beraktivitas di dalam pabrik pengelolahan bahan baku PT Ajinomoto Indonesia, di Mojokerto, Jawa Timur. Ajinomoto memiliki target mengurangi dampak lingkungan hingga 50 persen pada 2030.Kamis (29/11/2018).

Pekerja beraktivitas di dalam pabrik pengelolahan bahan baku PT Ajinomoto Indonesia, di Mojokerto, Jawa Timur. Ajinomoto memiliki target mengurangi dampak lingkungan hingga 50 persen pada 2030.Kamis (29/11/2018).

Foto: Antara/Zabur Karuru
Ajinomoto memiliki target mengurangi dampak lingkungan hingga 50 persen pada 2030

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Ajinomoto Indonesia terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dalam kegiatan bisnisnya. Ajinomoto memiliki target untuk mengurangi dampak lingkungan hingga 50 persen pada 2030 mendatang.

Director PT Ajinomoto Indonesia Yudho Koesbandryo menyampaikan sejumlah langkah yang sudah dilakukan untuk mencapai target tersebut. Yudho mengatakan Ajinomoto ingin memberikan kontribusi untuk menjaga bumi.

Baca Juga

"Kontribusi itu termasuk menurunkan efek rumah kaca dan mengurangi pemakaian plastik. Pabrik kami juga memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu," ujar Yudho dalam media visit virtual Ajinomoto ke Republika, Kamis (9/6/2022).

Produk bumbu masak Ajinomoto berbahan monosodium glutamat atau MSG untuk menambah rasa gurih (umami) pada hidangan. MSG terbuat dari tetes tebu. Dalam produksinya, sisaan tetes tebu itu bisa diproses kembali menjadi pupuk.

Dengan begitu, proses produksi dapat memberi manfaat berkelanjutan untuk pertanian. Selain memiliki sistem pengelolaan sampah terintegrasi, salah satu pabrik Ajinomoto di Mojokerto telah mengurangi penggunaan air hingga 35 persen.

Yudho menginformasikan Ajinomoto Indonesia yang hadir sejak 1969 tengah berupaya menekan pemakaian plastik. Ajinomoto sudah meluncurkan salah satu produk MSG yang menggunakan kemasan kertas (paper packaging).

Kemasan biodegradable alias dapat terurai secara hayati itu diupayakan untuk diperluas penerapannya ke produk yang lain. Akan tetapi, Yudho menyampaikan perlu ada penyesuaian dengan karakter produk. Langkah-langkah itu disebut Yudho merupakan bagian dari Ajinomoto Shared Value (ASV). Melalui ASV, Ajinomoto hendak berpartisipasi menyelesaikan berbagai isu masalah sosial, yang berfokus pada health and wellbeing, food resource, serta global sustainability.

"Kami berharap semua langkah yang kami ambil bisa menginspirasi dan memicu semua pihak untuk ikut menjaga lingkungan," kata Yudho.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA