Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

DPRD: Jalan Layang Kopo Diperkirakan Bisa Digunakan Agustus Mendatang

Selasa 07 Jun 2022 10:14 WIB

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Pengendara melintas di Jembatan Layang (Flyover) Kopo saat dilakukan uji coba di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Ahad (22/5/2022). Pemerintah Kota Bandung melakukan uji coba pengoperasian Jembatan Layang Kopo yang memiliki panjang 1,3 kilometer dan lebar 18 meter mulai 19-25 Mei 2022. Foto: Republika/Abdan Syakura

Pengendara melintas di Jembatan Layang (Flyover) Kopo saat dilakukan uji coba di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Ahad (22/5/2022). Pemerintah Kota Bandung melakukan uji coba pengoperasian Jembatan Layang Kopo yang memiliki panjang 1,3 kilometer dan lebar 18 meter mulai 19-25 Mei 2022. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Bahan material yang digunakan untuk pembangunan flyover sendiri banyak diapresiasi.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengungkapkan, jalan layang Kopo di Jalan Soekarno Hatta diperkirakan bisa digunakan masyarakat umum pada Agustus. Bahan material yang digunakan untuk pembangunan fly over sendiri banyak diapresiasi. "Mudah-mudahan bisa segera dioperasionalkan, menurut informasi sekitar bulan Agustus awal," ujarnya belum lama ini kepada wartawan.

Ia melanjutkan, kualitas bangunan jalan layang Kopo banyak diapresiasi setelah dilakukan peninjauan. Selain itu para pekerja yang membangunjalan layang Kopo merupakan tenaga lokal.

Baca Juga

Tedy melanjutkan rencana pembangunan jalan layang Kiaracondong masih dalam tahap review dan pihak pemerintah pusat meminta agar pembebasan lahan dituntaskan terlebih dahulu. Persentase pembebasan lahan yaitu 80 persen oleh Jabar dan 20 persen Kota Bandung."Kita Kota Bandung siap untuk mendukung itu tinggal provinsinya, nah kalau itu sudah ini, akan segera dianggarkan pemerintah pusat," katanya.

Ia mengatakan, penganggaran pembangunan jalan layang Kiaracondong sempat dianggarkan 2 tahun lalu. Namun, terkendala oleh pengadaan lahan yang belum tuntas dan diikuti pandemi Covid-19.

"Makanya sekarang harus segera dilakukan komunikasi dengan pemerintah kota dan provinsi dan kita ingin mendorong agar pemerintah provinsi agar segera berdiskusi kembali terkait dengan pengadaan lahannya," katanya. Ini yang menjadi kunci untuk turunnya anggaran dari pusat," katanya.

Tedy menyebut anggaran pembangunan jalan layang Kiaracondong diperkirakan mencapai Rp 300 miliar. Ditargetkan pada tahun 2024 bisa direalisasikan. Sebelumnya, jalan layang Kopo diperkirakan bisa digunakan saat Lebaran 1443 Hijriah lalu. Namun target tersebut meleset disebabkan terdapat masalah.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA