Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Soal Koalisi, Partai Gerindra tak Ingin Terburu-buru

Kamis 26 May 2022 17:39 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, partainya tidak terburu-buru terkait pembentukan koalisi.

Ilustrasi. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, partainya tidak terburu-buru terkait pembentukan koalisi.

Foto: Prayogi/Republika.
Partai Gerindra saat ini masih melakukan konsolidasi dan komunikasi antarpartai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, partainya tidak terburu-buru terkait pembentukan koalisi. Hal tersebut dikatakan Dasco menanggapi  pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Kami tidak mau terlalu terburu-buru dan kita akan lihat perkembangannya," kata Dasco dalam keterangan video, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga

Dasco mengatakan, Partai Gerindra saat ini masih melakukan konsolidasi dan komunikasi antarpartai. "Ya kalau sekarang masih kita konsolidasikan, kita masih juga saling menjajaki antar partai-partai," ujarnya.

Sebelumnya kepada Republika, Dasco mengaku tak mempermasalahkan pembentukan KIB yang dilakukan tiga partai. "Ya bahwa sebagai dinamika politik ya menurut saya nggak ada salahnya apa yang dilakukan oleh Golkar, PAN, dan PPP," kata Dasco, Jumat (13/5/2022). 

Menurutnya, pembentukan koalisi tersebut tidak melanggar Undang-Undang Partai Politik dan kepantasan berpolitik. "Apa yang dilakukan teman-teman Golkar, PPP, dan PAN itu menurut saya adalah hal yang wajar dilakukan  di dunia politik," ujarnya. 

Ia menambahkan, terbentuknya koalisi Indonesia Bersatu tersebut untuk kebaikan pentas perpolitikan nasional. Tidak hanya itu, Dasco melihat hal itu baik untuk kebaikan demokrasi, serta untuk kemaslahatan bangsa dan negara. 

"Ya menurut saya apa yang sudah dibuat oleh kawan-kawan itu ya silakan saja," ucapnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA