Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Orang Gemuk Juga Bisa Malanutrisi, Apa Tandanya?

Rabu 25 May 2022 07:13 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Cokelat dapat menjadi camilan sehat kalau tidak mengandung banyak gula (ilustrasi). Orang kurus maupun gemuk bisa mengalami malanutrisi.

Cokelat dapat menjadi camilan sehat kalau tidak mengandung banyak gula (ilustrasi). Orang kurus maupun gemuk bisa mengalami malanutrisi.

Foto: Republika/Prayogi
Malanutrisi dapat terjadi pada orang kurus maupun gemuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malanutrisi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang dengan tubuh kurus ataupun gemuk. Lalu, kapan seseorang dianggap mengalami malanutrisi?

Ketua Umum IKABDI Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (Ikabdi) Dr dr Warsinggih Sp.B-KBD menjelaskan, malanutrisi merupakan kondisi di mana seseorang kekurangan gizi seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, atau zat mikronutrisi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola makan yang buruk, kondisi pencernaan, dan penyakit lain.

Baca Juga

"Kurus dan gemuk itu kan patokannya dari BMI dan malnutrisi itu berhubungan dengan kekurangan nutrisi yang ada," ujar dr Warsinggih dalam webinar pada Selasa (24/5/2022).

Lebih lanjut, dr Warsinggih menjelaskan, untuk mengetahui bobot tubuh yang ideal harus dilihat berdasarkan standar indeks massa tubuh (BMI). Jika BMI-nya berada di bawah 18, maka bisa disebut kurus, namun jika di atas 30 artinya sudah masuk kategori obesitas.

"Jadi harus dibedakan antara ideal dan kurus. Tapi kalau kurus dan tidak mengalami tindakan operasi, itu tidak memengaruhi tindakan, kalau kegemukan itu akan berdampak," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA