Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Gerilyawan Ukraina Tewaskan Perwira Tinggi Rusia di Melitopol

Rabu 18 May 2022 10:03 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Tentara Ukraina mengibarkan bendera dengan tulisan dalam bahasa Ukraina

Tentara Ukraina mengibarkan bendera dengan tulisan dalam bahasa Ukraina "Glory to Ukraina", atas, dan "Matilah musuh" saat mereka menaiki tank di wilayah Kharkiv, Ukraina timur, Senin, 16 Mei 2022.

Foto: AP Photo/Bernat Armangue
Pasukan Rusia menguasai kota Melitopol sejak awal perang bulan Februari lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MELITOPOL -- Gerilyawan Ukraina dilaporkan membunuh sejumlah perwira tinggi Rusia di selatan Kota Melitopol. Hal ini disampaikan pemerintah regional di aplikasi kirim pesan Telegram, Selasa (17/5/2022).

Pasukan Rusia menguasai kota itu sejak awal perang bulan Februari lalu. Menurut administrasi wilayah pasukan Rusia  yang menduduki kota itu mencoba menyembunyikan situasi tersebut.

Baca Juga

Namun tentara-tentara Rusia aktif memeriksa mobil pribadi satu persatu. Tampaknya mereka mencari pasukan gerilya Ukraina. Belum ada detail mengenai pembunuhan tersebut dan laporan itu juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Sepanjang perang Ukraina mengklaim telah menewaskan banyak jenderal dan perwira tinggi Rusia. Hanya sedikit yang dikonfirmasi Moskow.

Sebelumnya dilaporkan evakuasi pasukan Ukraina di Mariupol kemungkinan menandai akhir dari pertempuran terpanjang invasi Rusia dan kekalahan signifikan bagi Ukraina. Mariupol sekarang berada dalam reruntuhan, setelah militer Rusia mengepung dan diduga telah menewaskan puluhan ribu orang di kota itu.

"Garnisun 'Mariupol' telah memenuhi misi tempurnya," kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan evakuasi. "Komando tertinggi militer memerintahkan komandan unit yang ditempatkan di Azovstal untuk menyelamatkan nyawa personel. Pasukan di Mariupol adalah pahlawan di zaman kita,” tambahnya.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Anna Malyar mengatakan 53 tentara yang terluka dari pabrik baja Azovstal dibawa ke rumah sakit di kota Novoazovsk yang dikuasai Rusia, sekitar 32 km ke timur, sementara 211 orang lainnya dibawa ke kota Olenivka, sebuah daerah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia.

Semua pengungsi akan menghadapi pertukaran tahanan potensial dengan Rusia, tambahnya. Sekitar 600 tentara diyakini masih berada di dalam pabrik baja tersebut. Militer Ukraina mengatakan saat ini sedang dilakukan upaya untuk mengevakuasi mereka yang masih berada di dalam.

"Kami berharap dapat menyelamatkan nyawa orang-orang kami," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidatonya di pagi hari. "Ada yang terluka parah di antara mereka. Mereka menerima perawatan. Ukraina membutuhkan mereka hidup-hidup."

Reuters melihat lima bus yang membawa pasukan dari Azovstal tiba di Novoazovsk pada Senin malam (16/5/2022). Dalam satu bus bersimbol huruf Z, yang merupakan simbol invasi Rusia, terlihat orang-orang ditumpuk di atas tandu di tiga tingkat. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA