Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Pemerintah Thailand Berencana Bagikan 1 Juta Bibit Ganja Gratis

Jumat 13 May 2022 14:13 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Mulai 9 Juni, warga di Thailand akan dapat menanam ganja sebanyak mungkin di rumah. Ilustrasi.

Mulai 9 Juni, warga di Thailand akan dapat menanam ganja sebanyak mungkin di rumah. Ilustrasi.

Foto: AP/Fernando Llano
Mulai 9 Juni, warga di Thailand akan dapat menanam ganja sebanyak mungkin di rumah

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK - Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan pemerintah berencana untuk membagikan satu juta tanaman bibit ganja secara gratis kepada rakyat. Hal ini dilakukan ketika budidaya dan penggunaan tanaman itu dilegalkan pada Juni.

"Mulai 9 Juni, orang-orang di Thailand akan dapat menanam tanaman ganja sebanyak mungkin di rumah mereka sendiri," kata Auntin seperti dikutip laman The National Thailand, Jumat (23/5/2022).

Baca Juga

Ganja yang ditanam harus berkualitas medis dan hanya digunakan untuk tujuan pengobatan. Pendaftaran resmi tidak diperlukan untuk menanam ganja di rumah.

Anutin mengumumkan langkah tersebut pada akhir pekan lalu dalam sebuah unggahan Facebook yang juga menguraikan manfaat terpisah dari budidaya komersial. Saat ini legal di Thailand bagi perusahaan yang terdaftar untuk menjual produk ganja dengan kurang dari 0,2 persen tetrahydrocannabinol atau THC, senyawa psikoaktif dalam ganja yang membuat orang "mabuk".

Anutin menjelaskan bahwa orang juga dapat menjalankan bisnis dan perusahaan terkait ganja di bawah aturan baru. "Ini akan memungkinkan orang dan pemerintah untuk menghasilkan lebih dari 10 miliar baht [per tahun] pendapatan dari ganja dan rami," katanya.

"Sementara itu, orang dapat memamerkan ganja dan produk dan kebijaksanaan terkait rami dan menjual produk mereka secara nasional," ujarnya menambahkan.

Menurutnya pengusaha dan bisnis dapat bersaing secara bebas di pasar ganja Thailand karena tidak akan ada konsesi. Penjual kecil produk terkait ganja tidak perlu mendaftar ke Food and Drug Administration (FDA).

"Namun, bisnis besar terkait ganja harus meminta izin untuk beroperasi dari FDA," imbuhnya.

Pendukung ganja lokal telah menyatakan harapan pelonggaran undang-undang ganja dapat meningkatkan pemulihan ekonomi setelah krisis Covid-19. Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan ganja medis pada 2018.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA