Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Tak Mau Bebani Skuadnya, Allegri tidak Masukkan Juventus dalam Persaingan Scudetto

Ahad 03 Apr 2022 09:56 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menolak timnya dijadikan favorit juara Serie A Italia musim ini.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menolak timnya dijadikan favorit juara Serie A Italia musim ini.

Foto: Marco Alpozzi/LaPresse via AP
Juventus akan menghadapi Inter dalam laga derbi Italia, Senin (4/4) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massimiliano Allegri tidak memasukkan Juventus dalam persaingan klub papan atas untuk meraih Scudetto musim ini. Allegri mencatat Inter Milan masih menjadi favorit, setidaknya sampai akhir pekan ini.

Milan berada di puncak klasemen Serie A dengan 66 poin, diikuti oleh Napoli dengan 63, Inter 60 dan Juventus 59, tetapi Nerazzurri memiliki satu pertandingan di tangan. Inter harus menghadapi Nyonya Tua di Turin pada laga bertajuk Derbi Italia, Senin (4/4/2022) dini hari WIB.

Baca Juga

"Inter masih difavoritkan untuk memenangkan Scudetto, setidaknya sampai besok malam," kata pelatih Juventus Allegri kepada DAZN, dikutip dari Football Italia, Ahad (3/5/2022).

"Jelas, Milan melakukannya dengan sangat baik, begitu juga Napoli, dan saya pikir pemenang Scudetto akan menjadi salah satu dari tiga tim itu," katanya.

Allegri telah berulang kali menolak orang menempatkan Juventus di antara para pesaing, bahkan dengan rekor tak terkalahkan yang membuat Bianconeri menutup jarak secara dramatis dengan para pesaingnya. Juventus yang sempat tercecer di papan tengah kini hanya terpaut tujuh poin dari Milan di puncak dengan delapan pertandingan tersisa untuk dimainkan. Sejumlah pemain Juventus telah menyatakan hasrat memburu gelar, tapi pelatih mereka dengan cepat meredam ide-ide ini.

"Kami tahu bahwa kami menantang untuk lolos ke Liga Champions. Masih banyak poin yang bisa diperebutkan dan kami harus tetap fokus," katanya ingin melepaskan tekanan dari pundak para pemainnya.

Ini adalah pertandingan pertama setelah jeda untuk tugas internasional, dengan beberapa pemain Italia di skuad Juventus dan Inter absen di Piala Dunia.

"Untungnya, ini adalah pertandingan yang mempersiapkan diri secara psikologis, saya tidak perlu mendorong mereka untuk merasa termotivasi dan berkonsentrasi," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA