Selasa 29 Mar 2022 12:33 WIB

Jepang Setujui Larangan Ekspor Mobil Mewah ke Rusia

Larangan ekspor juga diberlakukan untuk perhiasan dan karya seni.

Pengunjung melintas di depan logo Toyota. Jepang menyetujui larangan ekspor mobil mewah dan barang-barang lainnya ke Rusia sebagai bagian dari sanksi ekonomi atas invasi negara itu ke Ukraina.
Foto: AP Photo/Koji Sasahara
Pengunjung melintas di depan logo Toyota. Jepang menyetujui larangan ekspor mobil mewah dan barang-barang lainnya ke Rusia sebagai bagian dari sanksi ekonomi atas invasi negara itu ke Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang menyetujui larangan ekspor mobil mewah dan barang-barang lainnya ke Rusia sebagai bagian dari sanksi ekonomi atas invasi negara itu ke Ukraina. Dikutip dari Kyodo, Selasa (29/3/2022), kabinet Perdana Menteri Fumio Kishida merevisi peraturan yang relevan untuk menerapkan embargo pada 5 April yang juga akan mencakup perhiasan dan karya seni.

Langkah ini bertujuan menambah tekanan pada oligarki yang telah mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin secara finansial. Amerika Serikat dan negara-negara anggota Uni Eropa telah mengambil tindakan serupa.

Baca Juga

"Kami akan bekerja dengan komunitas internasional, termasuk negara-negara Kelompok Tujuh, untuk menerapkan sanksi keras," kata Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Koichi Hagiuda.

Mobil merupakan bagian besar dari pengiriman menuju Rusia dari Jepang yang berjumlah 627,8 miliar yen (5 miliar dollar AS) pada 2020, menurut data pemerintah. Jepang memberlakukan larangan serupa pada ekspor barang mewah ke Korea Utara pada 2006 setelah Pyongyang mengumumkan telah melakukan uji coba nuklir. 

Jepang sejak itu benar-benar melarang impor dan ekspor ke negara itu. Agresi Rusia terhadap Ukraina telah dibalas dengan sejumlah sanksi, termasuk pembekuan aset bank sentral Rusia, pelarangan lembaga keuangan utama Rusia dari sistem pembayaran internasional utama, dan pemberlakuan larangan dan kontrol ekspor.

Bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, Jepang juga telah memutuskan mencopot Rusia dari status "negara yang paling disukai", yang telah memberi Moskow persyaratan perdagangan terbaik untuk produk-produk utama di bawah aturan Organisasi Perdagangan Dunia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement