Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Erick Thohir: Jangan Tutup Mata dengan Potensi Turis Lokal!

Selasa 29 Mar 2022 11:37 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya

Menteri BUMN Erick Thohir.

Menteri BUMN Erick Thohir.

Foto: @erickthohir
Turis lokal memiliki kontribusi besar dalam pariwisata Indonesia sebelum pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan komitmen BUMN dalam keberpihakan terhadap wisatawan nusantara (wisnus) atau turis lokal. Erick tak ingin Indonesia terus memprioritaskan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing dan mengabaikan potensi turis lokal.

"Ketika melihat bule, ini duitnya banyak, belum tentu. Kita tidak boleh menutup mata kita dengan potensi turis lokal," ujar Erick dalam akun Instagram @erickthohir pada Selasa (29/3/2022).

Baca Juga

Erick mengatakan, wisnus memiliki kontribusi besar dalam pariwisata Indonesia sebelum pandemi yakni 78 persen dengan total pengeluaran sebesar Rp 1.400 triliun. Angka ini berbanding cukup jauh dengan jumlah wisman yang hanya 22 persen dengan nilai sebesar Rp 300 triliun.

"Ini bukan antituris asing, tapi itu kan 22 persen, jangan yang 78 persen dilupakan," ucap Erick. 

Erick mengatakan, Amerika Serikat dan China pun begitu memprioritaskan wisatawan lokal dengan membangun infrastruktur lokal, termasuk rute penerbangan domestik. Erick meminta BUMN penerbangan, Garuda Indonesia dan anak usahanya, Citilink fokus menggarap pasar domestik.

"Event MotoGP telah berakhir. Kekuatan terus lokal tak hanya potensi, tapi kita saksikan sendiri, masyarakat Indonesia beramai-ramai datang menyukseskan acara ini. Lembukaan lapangan kerja semakin meningkat dan produktivitas masyarakat sekitar kembali pulih. Alhamdulillah," ucap Erick.

Erick mengatakan, saat ini era kompetisi. Erick ingin BUMN dapat menjaga pasar domestik dan tidak ingin peluang ini justru dimanfaatkan negara lain. 

"Sudah waktunya kita membuka hati kita, punya komitmen membangun turis lokal, bukan turis asing terus. Jangan kita selalu menomorduakan bangsa. Kita membaca peta dan fakta yang benar, supaya tidak salah berinvestasi," kata Erick menambahkan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA