Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Jelang Ramadhan, Ratusan Pasien Katarak di Pangkal Pinang Terima Tanam Lensa Halal Rohto

Senin 14 Mar 2022 04:36 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Seorang pasien menjalani operasi katarak (ilustrasi).

Seorang pasien menjalani operasi katarak (ilustrasi).

Foto: Antara/Wahyu Putro
Katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi bagi usia 50 tahun ke atas.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKAL PINANG -- Di Indonesia, katarak masih merupakan penyebab utama kebutaan. Berdasarkan data nasional survei kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) dari Kementerian Kesehatan dengan sasaran populasi usia 50 tahun ke atas diketahui bahwa katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi sebesar 81 persen.

Merespons hal ini, Rohto Laboratories Indonesia menggelar serangkaian operasi katarak gratis kepada 1.000 pasien di belasan kota. Kota-kota tersebut tersebut antara lain Surabaya, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Bandung, Yogyakarta, Magelang, Makassar,  Medan, Pematang Siantar, Serang, Jember, Sukabumi, Trenggalek, dan Bekasi 

Baca Juga

Kali ini, kegiatan bertema Rohto Peduli itu melakukan bekerja sama dengan RS Bakti Timah Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Kedua belah pihak melakukan bakti sosial operasi katarak gratis di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Tiang Pulut Desa Cit, Belinyu. 

Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 pasien. Mereka akan ditanam dengan lensa tanam katarak yang tersertifikasi Halal oleh LPPOM MUI sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pasien muslim.

“Program di Bangka ini menjadi penutup dari bakti sosial atas perayaan ulang tahun ke-25 Rohto Laboratories Indonesia karena kami yakin akan banyak membantu masyarakat di Bangka. Kami sebagai pelopor dari lensa tanam katarak tersertifikasi Halal di Indonesia akan berkomitmen ke masyarakat untuk mewujudkan A Healthy Future For All, suatu masa depan yang sehat bagi kita semua,”ujar President Direktur Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Massidy, dalam keterangannya pada Ahad (13/3/2022).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA