Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Muadzin Penyeru Adzan Mendapat Doa Khusus Nabi Muhammad

Rabu 02 Mar 2022 06:00 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Muadzin Penyeru Adzan Mendapat Doa Khusus Nabi Muhammad. Foto: Adzan (ilustrasi).

Muadzin Penyeru Adzan Mendapat Doa Khusus Nabi Muhammad. Foto: Adzan (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Nabi Muhammad mendoakan muadzin penyeru adzan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menurut nash hadits muadzin adalah profesi istimewa karena seorang muadzin mudah untuk masuk surganya Allah SWT.  Hal ini sesuai hadist dari Ibnu Umar RA, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barang siapa menyerupai adzan selama 12 tahun ia pasti akan masuk surga dan dicatat 60 kebaikan baginya untuk setiap adzannya, dan 30 kebaikan untuk setiap umatnya." (HR Hakim).

Baca Juga

Syekh Maulana Muhammad Yusuf al-Kandahlawi mengatakan, ini adalah hadits shahih menurut syarat sanad Bukhari, dan disepakati oleh Dzahabi jil .1 halaman 205. 

Selain hadits di atas Syekh Maulana Muhammad Yusuf al-Kandahlawi mengatakan, ada hadits lain yang menceritakan keistimewaan profesi dari seorang muadzin. Hadits itu dari Ibnu Umar ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda, ada tiga golongan yang tidak akan merasa ketakutan karena kedahsyatan yang besar pada hari kiamat dan tidak akan menjalani hisab. 

Mereka akan berada di atas bukit yang terbuat dari kasturi, sampai selesainya hisab terhadap seluruh makhluk. Mereka adalah: 

Pertama, orang yang menghafal Alquran karena mengharapkan keridhaan Allah dan menggunakan hafalannya itu untuk mengimami suatu kaum kaum dan kaum itu senang dengan keimanannya. 

Kedua dai yang menyeru kepada shalat karena mengharap keridhaan Allah dan Ketiga seorang hamba sahaya yang menjaga hubungan baik dengan Tuhannya serta hubungan baik dengan tuannya. (HR Tirmidzi).

"Secara ringkas, dan diriwayatkan pula oleh Thbarani dalam kitab al-Mujamul Ausath dan Al-Mu'jamush Shaghir, dalam sanadnya terdapat Abdush-Shamad bin Abdul Aziz al-Muqri, ia disebut oleh Ibnu Hibban dalam kitab ats-Tsiqat Majma'uz-Zawa id jilid dua halaman 85," tulis Syekh Maulana Muhammad Yusuf al-Kandahlawi dalam kitabnya Muntakhan Ahadist. 

Selain hadist di atas Syekh Maulana Yusuf Al-Kandahlawi juga menyampaikan keistimewaan imam dan muadzinnya. Kenapa istimewa, karena mereka mendapat doa khusus dari Nabi Muhammad SAW.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Imam adalah penanggung jawab dan muadzin adalah orang yang dipercaya. Ya Allah! Bimbinglah para imam dan ampunilah para muadzin. (HR Abu Dawud, bab kewajiban muadzin).

Syekh Maulana Yusuf menerangkan, imam adalah penanggung jawab, yakni bertanggung jawab atas seluruh urusan shalat jamaah, serta menjaga rukun-rukun sunah-sunah dan jumlah rakaat untuk para makmum. Juga ketika berdoa ia menjadi perantara antara mereka dengan Allah SWT. 

"Muadzin adalah orang yang dipercaya, yakni muadzin adalah orang yang diberi amanah untuk menjaga waktu-waktu salat. Orang-orang yang berpedoman kepada suaranya dalam urusan waktu shalat, puasa, dan seluruh kewajiban-kewajiban yang ditentukan waktunya," katanya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA