Sabtu 19 Feb 2022 08:39 WIB

Kapolda Janji Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Segera Terungkap

Pembunuhan ibu dan anak sudah terjadi Agustus 2021 atau enam bulan lalu.

Kepala Polda Jawa Barat (Kapolda Jabar), Irjen Suntana.
Foto: Dok Humas Polri
Kepala Polda Jawa Barat (Kapolda Jabar), Irjen Suntana.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI – Kepala Polda Jawa Barat Irjen Suntana memastikan, dalam waktu dekat, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jabar, segera terungkap. Hingga saat ini, tim masih bekerja maksimal di lapangan untuk mengumpulkan informasi, keterangan, dan barang bukti.

"Direktur Reskrim Polda Jabar sudah melaporkan perkembangan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang dan sudah ada titik terangnya," kata Suntana di sela kegiatan bakti sosial di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (18/2/2022).

Baca Juga

Menurut Suntana, untuk mengungkap kasus ini, Polda Jabar menggandeng sejumlah ahli dan perkembangannya saat ini sudah ke arah positif. Ia pun optimistis dalam waktu dekat kasus ini bisa terselesaikan dengan mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan tersebut.

Selain itu, Polda Jabar mengimbau kepada warga untuk tidak menerka-nerka atau beropini terkait dugaan pembunuhan yang saat ini kasusnya segera dipecahkan pihak kepolisian dan dirinya pun memastikan bahwa dalam penyelidikan kasus ini pihaknya berkerja profesional. Karena itu, warga diimbau untuk bersabar dan jangan mudah percaya terhadap informasi-informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya. 

Selain itu, pihaknya pun akan mengumumkan kepada masyarakat setiap perkembangan kasus ini. "Kami terus berupaya agar kasus pembunuhan ini segera terungkap untuk mengungkap siapa pelaku utamanya dan apa motifnya melakukan pembunuhan terhadap ibu dan anak tersebut," tambahnya.

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang korbannya atas nama Tuti dan Amalia ini terjadi pada 18 Agustus 2021. Kasus ini menarik perhatian masyarakat yang tidak hanya warga Subang saja tetapi Jabar karena sudah berjalan enam bulan polisi belum bisa menangkap pelakunya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement