Jumat 18 Feb 2022 16:34 WIB

Segera IPO, Sepeda United Incar Dana Rp 54,96 Miliar

Produsen sepeda United akan menawarkan 323,334 juta saham ke publik.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Direktur Utama PT Sepeda Bersama Indonesia (SBI) Andrew Mulyadi (kanan) di United Grand Hall, Tangerang Selatan, Kamis (27/1/2022).
Foto: Republika/ijal rosikhul ilmi
Direktur Utama PT Sepeda Bersama Indonesia (SBI) Andrew Mulyadi (kanan) di United Grand Hall, Tangerang Selatan, Kamis (27/1/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (SBI) akan melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan dengan kode saham BIKE ini menawarkan sebanyaknya 323.334.000 saham atau 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Dengan harga penawaran awal berada di kisaran Rp 160 - Rp 170 per saham, perusahaan berpotensi memperoleh dana sebesar Rp 51,73 miliar - Rp 54,96 miliar. Dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja, berupa pembelian persediaan barang.

Baca Juga

Perseroan optimistis memiliki posisi yang kuat dalam persaingan usaha. Perseroan bergerak dalam bidang perdagangan besar sepeda dan saat ini bekerja sama dengan 319 toko sepeda yang tersebar secara nasional. 

“Terkait dengan strategi perusahaan, 2022 merupakan tahun yang tepat bagi kami untuk menguatkan area distribusi terutama di kota-kota key area serta lebih agresif mengembangkan variasi produk baru yang inovatif dan kompetitif”, ungkap Direktur PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk, Winston Mulyadi, Jumat (18/2/2022). 

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh SBI, kota-kota kunci yang dapat memberikan peluang bisnis lebih besar adalah Kota Medan, Makassar, Palembang, Balikpapan dan Banjarmasin. Perseroan meyakini dengan memperkuat distribusi di kota-kota tersebut akan meningkatkan efisiensi logistik dan mendukung para dealer berkinerja lebih baik. 

SBI merupakan distributor sepeda merek United dan Avand serta pemegang merek Genio dimana ketiga brand tersebut memiliki segmentasi pasar yang berbeda. SBI mendistribusikan beragam tipe sepeda mulai dari sepeda anak, sepeda gunung, road bike, folding bike, hingga sepeda dengan inovasi tenaga listrik dan baterai (e-bike), serta mainan anak dan baby stroller.

Mengutip prospektus di laman e-IPO, total ekuitas perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp 20,27 miliar atau 69 persen yaitu dari Rp 29, 49 miliar pada Desember 2020 menjadi Rp 49,77 miliar pada September 2021. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penambahan modal dan peningkatan laba periode tahun berjalan. 

Selain memiliki fundamental perusahaan yang baik, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan kesehatan juga menjadi katalis positif bagi perusahaan yang membuat tren pembelian sepeda tetap meningkat. 

"Sepeda bukan lagi hanya sebagai alat transportasi, tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sebagai alat olahraga, rekreasi, hobi bahkan fashion. Itu mengapa, demand dari pasar stabil setiap tahun", ungkap Wiston.

Secara ekonomi makro pembangunan infrastruktur (jalan tol) oleh Pemerintah Indonesia telah memberikan dampak ekonomi yang positif bagi Perseroan dalam melakukan kegiatan usaha sebagai perusahaan distribusi. Infrastruktur jalan yang baik bukan hanya mengoptimalkan jalur distribusi tapi juga berdampak langsung pada masyarakat yang menggunakan sepeda, termasuk regulasi dari pemerintah.

Winston menjelaskan bahwa regulasi dari pemerintah yang mengedepankan keselamatan bersepeda yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 menjadi katalis positif bagi perseroan. Beberapa hal mengatur tentang hak pesepeda di jalan, fasilitas pendukung bagi pesepeda dan tentang kewajiban penyelenggara fasilitas umum untuk menyediakan parkir khusus pesepeda.  

“Dengan berbagai dukungan eksternal tersebut, tren sepeda dalam skala global dan lokal bertumbuh. Ditambah meningkatnya kebutuhan teknologi listrik, kegiatan usaha yang dijalankan oleh SBI memiliki prospek jangka panjang yang sangat positif”, ujar Winston  menambahkan.

Perlu diketahui bahwa masa penawaran umum calon emiten dengan kode saham BIKE ini akan dijalankan pada tanggal 2-8 Maret 2022. Sedangkan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia adalah 10 Maret 2022. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement