Selasa 15 Feb 2022 18:54 WIB

Pedagang di Pasar Klender Keluhkan Kelangkaan Stok Minyak Goreng

Pedagang masih membeli minyak goreng dari agen dengan harga di atas HET.

Pedagang menata minyak goreng curah yang dijual di pasar (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Pedagang menata minyak goreng curah yang dijual di pasar (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pedagang di Pasar Klender Jakarta Timur mengeluhkan kelangkaan pasokan minyak goreng curah maupun kemasan yang terjadi belakangan ini. Seorang pedagang minyak goreng, Ginting, mengatakan, dia masih kesulitan mendapatkan stok minyak goreng dari agen. 

Dia juga belum bisa menjual minyak goreng sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan."Minyak curah harganya Rp 13 ribu dari sana kami jual Rp 15 ribu per kilo. Kalau minyak goreng kemasan Rp 16 ribu per liter. Harga dari sana Rp 15 ribu," kata Ginting di Jakarta, Selasa (15/2/2022).

Baca Juga

Menurut Ginting, banyak pembeli yang tidak mendapatkan minyak goreng curah maupun kemasan, karena ketersediaan barangnya sedikit. "Pembelinya sih banyak cuma barangnya nggak ada. Kadang kalau nggak subsidi, nggak dibeli," ujar Ginting.

Pedagang minyak goreng lainnya, Surbakti, mengatakan, dia tidak pernah mendapatkan jatah minyak goreng subsidi yang disalurkan oleh pemerintah. "Barangnya nggak pernah sampai di sini. Mungkin sudah sampai pasar cuma datangnya sedikit jadi seolah-olah ada," ujar Srubakti.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan terkait ketentuan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng. Adapun HET diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 yaitu minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement