Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Jokowi: ASN Sudah Sangat Lama di Zona Nyaman, Sehingga Kurang Produktif

Jumat 28 Jan 2022 21:03 WIB

Red: Andri Saubani

Aparatur Sipil Negara (ilustrasi)

Aparatur Sipil Negara (ilustrasi)

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Menurut Jokowi, ASN terbelenggu warisan birokrasi feodal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan aparatur sipil negara (ASN) sudah sangat lama berada pada zona nyaman dan terbelenggu oleh warisan birokrasi feodal. Presiden menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional IX Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2022, melalui tayangan virtual yang disaksikan di Jakarta, Jumat (28/1/2022).

"Sudah sangat lama ASN berada pada zona nyaman, terbelenggu oleh warisan birokrasi feodal. Sehingga menjadikan ASN kurang produktif," ujar Presiden.

Baca Juga

Warisan budaya feodal yang dimaksud Presiden adalah budaya yang selalu ingin dilayani. Presiden menegaskan budaya ASN yang ingin dilayani itu harus berubah total.

ASN Indonesia harus keluar dari zona nyaman bertransformasi menjadi modern dan profesional. Dia mengingatkan, bahwa Korpri hari ini berhadapan dengan perubahan dunia yang sangat cepat, berupa teknologi yang menimbulkan disrupsi di semua lapangan kehidupan.

Selain itu, ekspektasi masyarakat juga semakin tinggi. Masyarakat membutuhkan program inovatif, solusi yang kreatif, cepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan yang ada. Oleh karena itu, kata Presiden, Korpri harus mampu mengajak dan mendorong ASN agar memiliki orientasi memberikan pelayanan baik untuk masyarakat.

"Korpri harus mampu mengajak dan mendorong seluruh ASN memiliki orientasi yang sama yaitu memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat. Harus memiliki jiwa melayani masyarakat, bukan justru minta dilayani oleh masyarakat. Hal ini terlihat klise, tapi sangat penting dan mendasar," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA