Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Terinfeksi Omicron, Berapa Lama Gejalanya Bisa Bertahan?

Sabtu 29 Jan 2022 00:17 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi varian omicron dari virus penyebab Covid-19. Sebagian besar kasus omicron tidak menimbulkan gejala atau bergejala ringan.

Ilustrasi varian omicron dari virus penyebab Covid-19. Sebagian besar kasus omicron tidak menimbulkan gejala atau bergejala ringan.

Foto: Pixabay
Orang yang terinfeksi varian omicron banyak yang bergejala ringan, juga asimtomatik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Infeksi virus penyebab Covid-19 varian omicron cenderung memunculkan gejala ringan seperti pilek, terlebih pada orang-orang yang sudah divaksinasi Covid-19. Umumnya, dibutuhkan waktu kurang dari sepekan untuk pulih dari gejala-gejala akibat infeksi omicron.

Hal ini diketahui dari data yang dihimpun oleh ZOE Covid Symptom Study. Berdasarkan studi ini, sekitar 70 persen pasien pulih dari gejala omicron dalam waktu tujuh hari.

Baca Juga

Angka tersebut jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan masa pemulihan akibat infeksi varian delta. Berdasarkan data, hanya sekitar 44 persen saja orang yang pulih dalam waktu tujuh hari setelah terinfeksi varian delta.

Di samping itu, data juga menunjukkan ada sekitar 12 persen orang terinfeksi omicron yang sudah merasa lebih baik dalam waktu satu hari saja. Pada kasus varian delta, hanya sekitar lima persen orang yang mengalami hal serupa.

photo
Syarat-syarat pasien Omicron bisa isoman di rumah - (Republika)

Menurut data, sebanyak 33 persen orang yang terinfeksi omicron merasa lebih baik dalam waktu tiga hari. Sedangkan pada kasus varian delta, hanya 15 persen orang yang mengalami hal tersebut.

"Banyak orang membaik, hasil tes negatif, dan kembali ke kehidupan normal dalam waktu lima hari itu," jelas ketua tim peneliti Profesor Tim Spector, seperti dilansir The Sun, Jumat (28/1/2022).

Akan tetapi, data-data ini hanya didasarkan pada pasien-pasien Covid-19 yang sudah divaksinasi lengkap. Oleh karena itu, temuan ini tidak bisa diaplikasikan pada orang yang baru menerima satu dosis vaksin atau belum divaksinasi. Pada dua kelompok ini, durasi gejala Omicron yang muncul mungkin bisa lebih lama dan tingkat keparahan gejala bisa lebih berat.

Saat ini, mayoritas orang yang terkena Covid-19 memunculkan gejala seperti pilek. Beberapa di antarnaya adalah idung beringus, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Riwayat vaksinasi dapat membantu menekan keparahan gejala yang muncul.

Meski omicron digadang sebagai varian yang lebih ringan, pada sebagian orang varian ini juga dapat memicu gejala berkepanjangan. Menurut beberapa studi, kasus Covid-19 yang ringan sekali pun bisa memicu terjadinya geala berkepanjangan atau long Covid.

"Long Covid bisa terjadi apa pun varian virus yang muncul. Tidak ada bukti bahwa ada perbedaan antara delta, atau beta, atau sekarang omicron," ujar ahli penyakit menular asal Amerika Serikat, dr Anthony Fauci.

Menurut direktur senior pencegahan infeksi Johns Hopkins Medicine, Lisa Maragakis MD MPH, orang-orang yang mengalami kasus ringan Covid-19 umumnya membaik dalam waktu satu hingga pekan. Namun, kasus yang berat bisa membutukan masa pemulihan enam pekan atau lebih.

"Bagi sebagian, mungkin ada gejala berjepanjangan dengan atau tanpa kerusakan pada jantung, ginjal, paru-paru, dan otak," ungkap dr Maragakis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA